Tahun Baru Hijriyah, Momentum Hijrah Pikiran Generasi Muda
- 20 Jun 2025 18:23 WIB
- Bone
KBRN,Bone: Tahun Baru Hijriyah yang jatuh setiap 1 Muharram menjadi momen refleksi penting bagi umat Islam, bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender hijriyah. Lebih dari perayaan seremonial, momen ini mengajak generasi muda untuk merenungi makna hijrah yang sejati: sebuah perpindahan menuju kebaikan dalam pikiran, sikap, dan peran di tengah masyarakat.
Hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Madinah bukan perjalanan biasa. Itu adalah peristiwa bersejarah yang sarat makna perjuangan demi menegakkan tauhid, keadilan sosial, serta kebebasan beribadah. Setiap peringatan Tahun Baru Hijriyah seharusnya menjadi pemicu bagi umat Islam, terutama generasi muda, untuk menelaah bagaimana semangat hijrah itu dapat diterjemahkan dalam kehidupan modern saat ini.
Dalam era digital dan banjir informasi seperti sekarang, 1 Muharram menjadi momen strategis untuk menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual dan sosial Islam. Generasi muda ditantang untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi pasif, tetapi mampu tampil sebagai agen dakwah yang aktif dan kreatif di berbagai platform, khususnya media sosial.
Hijrah masa kini tak melulu soal fisik, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan perilaku. Misalnya, berpindah dari mengonsumsi konten negatif ke konten yang memperkaya akhlak dan wawasan. Atau, berani melangkah keluar dari zona nyaman untuk mulai berbagi pesan kebaikan di tengah masyarakat. Sebuah unggahan sederhana tentang hijrah di media sosial bisa berdampak besar bagi banyak orang.
Menurut Melisa, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Bone, Tahun Baru Hijriyah adalah saat yang tepat bagi mahasiswa, khususnya di bidang komunikasi, untuk melakukan hijrah pola pikir. “Hijrah dari belajar hanya untuk lulus, menjadi belajar untuk memberi manfaat. Dari sekadar menyampaikan informasi, menjadi penyebar nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” Ujarnya saat dikonfirmasi rri.co.id, pada jumat(20/6/2025).
Ia menambahkan, mahasiswa KPI tidak cukup hanya menguasai teori komunikasi, tetapi juga harus menjadi pembawa perubahan sosial lewat lisan, tulisan, dan tindakan nyata di tengah masyarakat. “Ini tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk menghidupkan dakwah yang relevan dengan zaman,” tuturnya.
Dengan semangat itu, 1 Muharram seharusnya tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan. Ini adalah saat yang tepat bagi generasi muda untuk memperbarui diri dan berani memulai perubahan. Sebab, umat yang besar lahir dari mereka yang berani melangkah, bukan sekadar yang sibuk merayakan perubahan.