Seni Tari, Cermin Realitas dan Penggerak Perubahan Sosial
- 20 Jun 2025 14:08 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Di tengah riuhnya perubahan zaman, seni tetap menjadi ruang yang hidup sebuah cermin yang memantulkan wajah masyarakat sekaligus menggerakkan kesadaran kolektif. Salah satu wujud paling kuat dari seni sebagai agen perubahan sosial tampak dalam seni tari, sebagaimana dirasakan langsung oleh Riska Sari, salah satu pecinta seni tari yang berasal dari Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
“Seni tari itu bukan hanya soal gerakan yang indah, tapi dengan menari bisa membuat diri ini menjadi legah atas beban yang sangatlah berat. Setiap hentakan kaki, lenggokan tubuh, dan ekspresi wajah bisa membawa pesan, bisa menyuarakan keresahan, harapan, bahkan perlawanan," ujar Riska ketika ditemui usai sesi latihan tari bersama kelompoknya, Jumat (20/6/2025).
Menurutnya, seni tari tradisional dan kontemporer memiliki kekuatan untuk menyentuh lapisan emosional terdalam masyarakat. Tari Mitawe misalnya sebuah karya garapan yang pernah ia latih dan pentaskan, tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga menggambarkan kegelisahan generasi muda terhadap hilangnya nilai-nilai budaya dan ketimpangan sosial yang terjadi di sekeliling mereka.
“Tari Mitawe kami garap sebagai bentuk refleksi dari realitas. Kami ingin menunjukkan bagaimana budaya bisa menjadi alat perenungan, bukan sekadar tontonan,” terang Riska, yang juga Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Bone.
Ia percaya bahwa seni yang jujur pada realitas memiliki potensi besar untuk membuka mata dan menyadarkan masyarakat, terutama generasi muda, akan persoalan-persoalan yang luput dari pembahasan sehari-hari. Meski mengakui bahwa seni tidak serta-merta mengubah dunia, tapi kekuatan seni terletak pada kemampuannya membangun empati.