Atasi Stunting, Pemkab Sinjai Fokus Edukasi dan Penguatan SDM
- 15 Mei 2025 22:33 WIB
- Bone
KBRN, Sinjai: Stunting di Kabupaten Sinjai tak hanya soal tinggi badan anak, melainkan dampak dari persoalan gizi kronis dan rendahnya pemahaman masyarakat. Pemerintah daerah mengedepankan edukasi, pelatihan tenaga kesehatan, dan sosialisasi intensif sebagai strategi penanggulangan jangka panjang demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Hal ini ditekankan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa saat membuka Pertemuan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahap Analisis Situasi Tingkat Kabupaten Sinjai Tahun 2025. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sinjai ini berlangsung di Gedung Command Center, Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Rabu (14/5/2025).
Lanjut, Sekda mengakui adanya berbagai tantangan dan kendala dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Sinjai. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan sumber daya serta kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan gizi yang tepat.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Andi Jefrianto menekankan pentingnya inovasi dan pencarian solusi yang lebih efektif. "Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik melalui pelatihan untuk tenaga kesehatan, tim pendamping keluarga, maupun fasilitator di tingkat desa," ungkapnya.
Selain itu, penguatan komunikasi dan sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting melalui pendekatan yang lebih menarik dan mudah dipahami juga menjadi prioritas. Pemerintah daerah, lanjut Sekda, akan terus berupaya dan berkomitmen untuk memastikan alokasi anggaran yang memadai guna mendukung program-program pencegahan dan penurunan stunting yang telah maupun akan berjalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....