Kilas Balik Kemenangan Dramatis Bone Beramal FC di Piala Gubernur Sulsel 2026
- 21 Sep 2026 18:48 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Pare-pare - Taktik yang tepat dan ketenangan pemain menjadi kunci sukses Bone Beramal FC mengalahkan Sidrap United pada partai final Piala Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026. Laga penentu yang berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Senin sore 21 September 2026 tersebut berjalan sengit hingga berlanjut ke adu penalti dengan skor akhir 5-4.
Sejak awal laga, kedua tim tampil menekan demi mengamankan trofi bergengsi ini. Namun, Bone Beramal FC harus menghadapi situasi sulit setelah salah satu pemainnya mendapat kartu merah di babak pertama. Bermain dengan 10 orang menjadi ujian berat bagi mental dan daya tahan tim.
Meski kalah jumlah pemain, Bone Beramal FC tampil disiplin menahan gempuran Sidrap United hingga babak pertama usai dengan skor 0-0. Memasuki babak kedua, Bone Beramal FC sempat unggul lebih dulu lewat gol pembuka. Namun, Sidrap United merespons cepat dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tanpa adanya babak perpanjangan waktu, skor imbang tersebut langsung memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak tos-tosan, para eksekutor Bone Beramal FC tampil lebih tenang. Seluruh penendang berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, hingga memastikan kemenangan 5-4 sekaligus mengunci gelar juara.
Pelatih Bone Beramal FC, Andi Burhan, mengaku bangga atas pencapaian anak asuhnya, terlebih lawan yang dihadapi merupakan tim kuat. "Alhamdulillah kami sangat bangga bisa mengalahkan juara bertahan. Berkat motivasi anak-anak, kami bisa memberikan perlawanan. Tim Sidrap betul-betul bagus, tapi kami menang karena ada strategi khusus yang kami terapkan," ujar Andi Burhan usai laga.
Sepanjang pertandingan, Andi Burhan terus memberikan arahan dari pinggir lapangan guna memastikan fokus para pemain tetap terjaga. "Kami tidak mau anak-anak kehilangan fokus. Jadi kami ingatkan terus supaya tidak lengah, apalagi serangan dari sisi sayap Sidrap sangat berbahaya dan itu yang berhasil kami tahan," jelasnya.
Selain laga final, Andi Burhan menilai pertandingan paling mendebarkan sepanjang turnamen justru terjadi pada babak sebelumnya. "Tim Pinrang itu luar biasa. Waktu lawan Pinrang di babak 8 besar, kami mungkin sedikit beruntung sampai bisa lolos," ungkapnya.
Menutup keterangannya, Andi Burhan mengapresiasi kerja keras seluruh pemain dan menekankan pentingnya menjaga tali persaudaraan antar daerah. "Kami sangat menghargai kerja keras anak-anak. Walaupun kita beda kabupaten, kita tetap satu keluarga besar Sulawesi Selatan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....