Peningkatan Produktifitas Kakao dengan Sambung Pucuk
- 22 Jul 2024 18:00 WIB
- Bone
KBRN, Bone : Membudidayakan tanaman kakao dengan metode sambung pucuk memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan metode lainnya. Hal ini disampaikan Kepala Balai Benih Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Bone, Andi Mahdi, S.Pi,M.Si saat menjadi narasumber dalam Dialog RRI, Senin (22/7/2024).
Andi Mahdi menjelaskan sambung pucuk dilakukan dengan menggabungkan batang atas dan batang bawah untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi tanaman. “Sambung pucuk adalah membudidayakan atau memperbanyak tanaman dengan cara vegetatif," ungkapnya.
Kepala BBP TPHP Bone ini menambahkan batang atas (entres) diambil dari tanaman dengan produktifitas tinggi, bebas dari hama dan sebaiknya telah tersertifikasi seperti klon sulawesi 1 dan MCC 02. Batang entres yang bersertifikasi di Bone hanya ada di Balai Benih Perkebunan di Desa Padang Loang, Kecamatan Cina.
“Batang bawah dipilih dari tanaman yang tumbuh di tanah yang akan ditanami agar mudah beradaptasi dengan lingkungan dan iklim. Selain itu juga mempunyai batang kokoh dan akar yang kuat," jelas Andi Mahdi.
Metode sambung pucuk ini memiliki keunggulan, antara lain buahnya banyak, perawatan mudah dan panennya dapat dilakukan dalam waktu singkat yakni tiga hingga enam bulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....