Dokter Muda Bone Berkiprah di Event FIFA 2026

  • 07 Okt 2026 12:07 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone — Dokter muda asal Kabupaten Bone, dr. Jutadi, mendapat kepercayaan terlibat dalam penyelenggaraan FIFA Asian Cup 2026 sebagai Lead Medical Service and Doping Control. Kepercayaan tersebut menjadi pengalaman kedua bagi dr. Jutadi dalam event yang diselenggarakan FIFA.

Sebelumnya, ia bergabung sebagai anggota tim Medical Service and Doping Control sebelum dipercaya mengemban tanggung jawab yang lebih besar pada penyelenggaraan kali ini. Menurut dr. Jutadi, penunjukan tersebut menjadi pengalaman yang berarti dalam perjalanan profesionalnya, sekaligus membawa tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas pelayanan medis dan pengawasan doping selama kompetisi berlangsung.

“Bagi saya, ini merupakan pengalaman yang sangat berarti. Sebelumnya saya bergabung sebagai anggota tim, kemudian pada event kali ini mendapatkan kepercayaan untuk menjadi lead. Tentu ada rasa bangga, tetapi di sisi lain juga ada tanggung jawab besar yang harus saya jalankan,” ungkap dr. Jutadi kepada RRI.CO.ID, Rabu 7 Oktober 2026.

Dalam menjalankan tugasnya, dr. Jutadi tidak hanya menangani aspek pelayanan medis pertandingan, tetapi juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi, termasuk international staff FIFA dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Ia menilai, bekerja dalam lingkungan kompetisi internasional memberikan pengalaman berharga untuk memahami penerapan standar dan prosedur dalam penyelenggaraan event olahraga, khususnya dari sisi medis dan koordinasi antartim.

“Bekerja bersama FIFA dan PSSI memberikan banyak pengalaman baru. Setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing, sehingga koordinasi menjadi sangat penting. Dari situ saya belajar banyak, bukan hanya secara medis, tetapi juga mengenai teamwork dan bagaimana bekerja dalam sebuah international event,” jelasnya.

Bidang sports medicine dan doping control menjadi bagian penting dari tugas yang dijalankan dr. Jutadi. Pengalaman sebelumnya di event FIFA juga menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, meski menurutnya setiap penyelenggaraan selalu menghadirkan tantangan dan pembelajaran yang berbeda.

“Pengalaman sebelumnya tentu menjadi bekal, tetapi setiap event selalu memberikan pelajaran baru. Justru itu yang membuat pengalaman ini menjadi menarik dan sangat menyenangkan. Saya bisa terus belajar, bertemu dengan orang-orang baru, dan melihat bagaimana standar internasional diterapkan secara langsung,” tuturnya.

Bagi dr. Jutadi, keterlibatan dalam FIFA Asian Cup 2026 bukan hanya tentang posisi yang dipercayakan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan diri dan profesionalisme di bidang kedokteran olahraga. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk terus berkontribusi dalam berbagai event olahraga internasional pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....