TNI Hadir di tengah Rakyat, Bukan Sekadar Menjaga Negara
- 06 Okt 2026 19:35 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone — Keberadaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di tengah masyarakat dinilai bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi bagian dari tugas negara yang melekat dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Komandan Kodim 1407 Bone, Letkol Infanteri Laode Muhammad Idrus, mengatakan keterlibatan TNI dalam membantu masyarakat telah memiliki dasar yang jelas, termasuk membantu pemerintah dalam menangani berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Kalau kita berbicara undang-undang, kita mempunyai dua tugas besar, pertama operasi militer perang dan kedua operasi militer selain perang. Salah satunya adalah membantu pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten,” kata Laode saat menjadi narasumber dalam Program Bincang Siang RRI Bone, Selasa 6 Oktober 2026.
Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam pembangunan jembatan, membantu rumah tidak layak huni hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan tidak berarti mengurangi kapasitas TNI dalam menjalankan tugas pertahanan. TNI memiliki personel dengan kemampuan dan korps yang memang dipersiapkan untuk menjalankan berbagai tugas tersebut.
Laode menegaskan, kedekatan dengan rakyat justru merupakan bagian dari jati diri prajurit. Hal itu tercermin dalam doktrin Sapta Marga dan Sumpah Prajurit yang mengamanatkan prajurit untuk tidak menyakiti maupun menakuti rakyat serta berupaya mengatasi kesulitan masyarakat di sekelilingnya.
“Jangan menyakiti hati rakyat, jangan menakuti rakyat. Dalam doktrin kami juga ada poin untuk berupaya mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Itulah kami TNI selalu hadir di situ,” jelasnya.
Ia menilai kekuatan TNI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan persenjataan atau alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga dukungan dan kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, hubungan yang kuat antara prajurit dan rakyat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Tanpa ada dukungan rakyat, tanpa ada bantuan rakyat, kami bukan menjadi seorang prajurit yang hebat. Tapi kalau ada rakyat, kekuatan kita luar biasa,” ujarnya.
Memasuki usia ke-81 tahun, Laode berharap hubungan TNI dan rakyat terus diperkuat. Menurutnya, prajurit pada akhirnya juga akan kembali menjadi bagian dari masyarakat, sehingga pengabdian kepada rakyat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas TNI sebagai abdi negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....