Cegah Unggas Mati Massal, DPKH Sinjai Tekankan Vaksin dan Biosecurity
- 06 Okt 2026 17:17 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Penguatan biosecurity dan sanitasi kandang menjadi langkah utama untuk mencegah kematian massal unggas akibat flu burung di Kabupaten Sinjai. Langkah tersebut perlu dilakukan secara rutin, terutama setelah kasus kematian unggas mencapai 2.303 ekor di Kecamatan Sinjai Utara.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Syamsul Alam, S.Pt., M.Si., mengatakan unggas sehat harus dijaga dari potensi paparan virus melalui kebersihan kandang dan lingkungan. Pemilik ternak juga diminta tidak mencampurkan unggas sakit dengan unggas yang sehat.
“Kuncinya memperketat biosecurity, menjaga sanitasi lingkungan kandang, dan memastikan unggas yang sakit segera dipisahkan dari yang sehat. Langkah tersebut harus menjadi kebiasaan dalam pemeliharaan unggas, bukan hanya dilakukan saat terjadi wabah," ujar Syamsul Alam, Selasa 6 Oktober 2026.
DPKH juga meminta masyarakat melakukan vaksinasi secara rutin dan lengkap pada unggas yang sehat. Sebelum memasukkan hewan baru ke suatu wilayah, pemilik ternak diminta melakukan karantina selama 14 hari untuk memastikan kondisi kesehatannya.
"Kebersihan kandang dan peralatan juga harus diperhatikan dengan melakukan pembersihan serta desinfeksi secara berkala. Peternak diminta menggunakan deterjen atau sabun cuci dan memastikan lingkungan kandang tidak menjadi tempat berkembangnya sumber penyakit," jelasnya.
Untuk mempersempit penyebaran, DPKH Sinjai telah melakukan penyemprotan desinfektan di 109 titik pada empat kelurahan terdampak. Pemerintah juga menyiapkan desinfeksi total, vaksinasi selektif terhadap unggas sehat di sekitar area bebas wabah, serta tindakan stamping out di sekitar lokasi wabah.
Selain itu, pemerintah akan memperketat karantina wilayah dengan membatasi lalu lintas unggas, produk unggas, dan peralatan dari zona merah. Koordinasi antara bidang kesehatan hewan dan kesehatan manusia juga diperkuat untuk memastikan penanganan berjalan terpadu.
Syamsul Alam meminta masyarakat tidak menunggu hingga terjadi kematian dalam jumlah besar untuk melaporkan kasus. “Segera laporkan jika menemukan unggas sakit atau mati agar dapat ditangani dan dicegah penyebarannya,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....