Kematian Unggas di Sinjai Tembus 2.303 Ekor akibat Flu Burung
- 06 Okt 2026 17:15 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Kematian massal unggas di Kecamatan Sinjai Utara terus bertambah dan hingga 5 Oktober 2026 mencapai 2.303 ekor, setelah hasil pemeriksaan laboratorium mendeteksi material genetik virus Influenza A. Kasus tersebut tersebar di empat kelurahan dan berdampak pada 101 kepala keluarga.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Syamsul Alam, S.Pt., M.Si., mengatakan unggas yang mati terdiri dari 2.297 ekor ayam kampung dan enam ekor itik. Kematian tercatat sejak 23 September hingga 5 Oktober 2026, sementara belum ada laporan kematian pada ayam ras pedaging maupun petelur.
Berdasarkan pendataan, kematian unggas terjadi di Kelurahan Balangnipa sebanyak 571 ekor, Bongki 84 ekor, Lappa 815 ekor, dan Biringere 833 ekor. Kasus pertama dilaporkan pada 29 September 2026 dari Lingkungan Talibunging, Kelurahan Lappa, dengan 53 ekor ayam mati dalam sepekan.
Syamsul Alam menjelaskan, hasil uji laboratorium BBVET Maros terhadap tiga sampel menggunakan metode Influenza A qRT-PCR mendeteksi material genetik virus Influenza A. Hasil tersebut memastikan penyebab utama kematian massal unggas adalah Avian Influenza atau flu burung.
Menurutnya, virus tersebut dapat menyebabkan tingkat kematian hingga 100 persen pada unggas. “Dari hasil pemeriksaan laboratorium, penyebab utama kematian massal unggas ini adalah Avian Influenza atau flu burung,” kata Syamsul Alam, Selasa, 6 Oktober 2026.
Dampak kasus tersebut juga menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang ternaknya mati. "DPKH Sinjai menaksir kerugian mencapai sekitar Rp180 juta hingga Rp200 juta," ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, petugas telah melakukan penyemprotan desinfektan di 109 titik pada empat kelurahan dan melakukan pengujian sampel. Pemerintah juga menyiapkan desinfeksi total, vaksinasi selektif, stamping out pada unggas di sekitar lokasi wabah, serta karantina lalu lintas unggas dan produk unggas dari zona merah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....