Police Go To School Soppeng Cegah Kenakalan Remaja

  • 06 Okt 2026 16:55 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID.SOPPENG — Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng menyambangi SMP Negeri 1 Watansoppeng dan MAN 1 Watansoppeng melalui program Police Go To School, Selasa 6 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai sekitar pukul 08.30 Wita tersebut dipimpin Kasat Binmas Polres Soppeng Iptu Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si., bersama KBO, Kaur Mintu dan para Kanit Sat Binmas.

Di SMP Negeri 1 Watansoppeng, personel kepolisian memberikan sosialisasi penerimaan peserta didik SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028 kepada siswa kelas IX. Para pelajar mendapatkan informasi mengenai tahapan penerimaan, termasuk periode pendaftaran yang berlangsung mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026.

Personel Sat Binmas juga memberikan pendampingan kepada siswa yang berminat mengikuti program tersebut, khususnya dalam proses pendaftaran secara daring. Sementara di MAN 1 Watansoppeng, kegiatan difokuskan pada pembinaan dan penyuluhan terkait pencegahan kenakalan remaja.

Para siswa diingatkan untuk menjauhi perundungan, tawuran serta aksi balap liar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kasat Binmas Iptu Andri Hermansyah mengatakan, pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjaga diri, menghormati sesama dan tidak terjerumus dalam perilaku yang dapat mengganggu masa depan mereka.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan, Police Go To School tidak sekadar menjadi wadah penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sarana membangun kedekatan antara kepolisian dan generasi muda.

“Sekolah merupakan salah satu ruang penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kehadiran Polri di tengah pelajar harus mampu memberikan pemahaman, membangun kesadaran dan mendorong mereka untuk mengambil pilihan yang positif bagi masa depannya,” ujar Hari.

Menurutnya, upaya mencegah kenakalan remaja tidak dapat dilakukan kepolisian seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan sekolah, orang tua dan para pelajar agar lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.

“Anak-anak kita perlu diarahkan sejak dini agar memahami dampak dari perundungan, tawuran maupun balap liar. Kami mengajak para pelajar untuk tidak sekadar menghindari pelanggaran, tetapi juga berani menjadi bagian dari lingkungan sekolah yang saling menghargai dan menjaga,” tambahnya.

Hari juga mengapresiasi jajaran Sat Binmas yang secara konsisten membangun komunikasi dengan pelajar melalui kegiatan edukasi dan pembinaan di sekolah. Ia berharap kehadiran polisi di lingkungan pendidikan dapat semakin memperkuat kesadaran pelajar untuk menjaga ketertiban, menghargai sesama serta berani memilih kegiatan yang mendukung prestasi dan masa depan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....