Program Land4Lives di Bone Resmi Berakhir, Komitmen Kelestarian Diteguhkan

  • 06 Okt 2026 16:53 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Program pendampingan pengelolaan bentang lahan berkelanjutan, Land4Lives, resmi mengakhiri rangkaian kegiatannya di Kabupaten Bone setelah berjalan selama lima tahun sejak 2021. Penutupan program ditandai dengan digelarnya Dialog Multipihak bertajuk “Land4Lives: Meneguhkan Komitmen Bersama untuk Lanskap Sehat dan Masyarakat Sejahtera” yang berlangsung di Hotel Novena, Watampone, Selasa , 6 Oktober 2026.

Kegiatan ini diposisikan sebagai momentum penting untuk memastikan pengetahuan, praktik baik, dan capaian program terus dilanjutkan demi menjaga kesehatan bentang lahan serta memperkuat ketahanan iklim dan pangan masyarakat setempat. Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Land4Lives yang didukung Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada dan dilaksanakan oleh ICRAF (Landscape Alliance).

"Lima tahun kita bersama ICRAF. Kita patut berterima kasih karena Bone menjadi salah satu dari tiga daerah sasaran Land4Lives di Indonesia," ujar Andi Akmal Pasluddin di hadapan pimpinan 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra.

Ia menegaskan pentingnya meneruskan praktik baik dari desa percontohan ke wilayah lain, khususnya dalam menjaga keseimbangan lingkungan tanpa merusak fungsi lahan agar mendukung sektor ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

Sementara itu, Country Program Director ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata, menyoroti pentingnya keberlanjutan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Bone melalui tiga prinsip utama pengelolaan lahan.

"Yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bone salah satunya adalah keberlangsungan daerah aliran sungai. Sungai yang kita punya ini adalah urat nadi kita. Pastikan daerah aliran sungai kita sehat dengan tiga prinsip: lindungi, pulihkan lahan yang terlanjur rusak, dan manfaatkan dengan bijaksana," tegas Andree Ekadinata.

Harapan senada diungkapkan perwakilan Global Affairs Canada, Hari Basuki, yang berharap hasil capaian selama lima tahun tidak berhenti seiring berakhirnya proyek, melainkan diperdalam agar berdampak lebih luas.

Acara penutupan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada petani pelopor dan 11 OPD mitra, dialog panel multipihak, serta pameran produk kelompok usaha tani dampingan seperti gula aren, madu, minyak kelapa murni (VCO), dan manisan kolang-kaling.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....