DPKH Sinjai Ingatkan Peternak Soal Vaksin Usai Ayam Warga Mati Massal

  • 06 Okt 2026 11:19 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai mengingatkan peternak memperkuat vaksinasi dan kebersihan kandang setelah kematian ayam warga mencapai 1.866 ekor di Sinjai Utara. Vaksinasi dinilai penting untuk meningkatkan daya tahan ayam terhadap penyakit.

Kepala DPKH Sinjai Syamsul Alam mengatakan kasus kematian ayam hingga 5 Oktober 2026 tercatat di Kelurahan Lappa, Balangnipa, Biringere dan Bongki. Berdasarkan pemantauan sementara, sebagian besar ayam yang mati diketahui belum mendapatkan vaksinasi. “Yang terkena ini kebanyakan memang ayam yang tidak pernah mendapatkan vaksinasi,” kata Syamsul Alam.

Selain vaksinasi, peternak diminta menjaga kebersihan dan sanitasi kandang secara rutin. DPKH juga melakukan disinfeksi pada kandang-kandang yang terdampak untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Syamsul menjelaskan vaksinasi ayam dilakukan secara mandiri oleh masyarakat maupun peternak. Pemerintah tidak lagi memberikan subsidi untuk vaksinasi tersebut sehingga peternak perlu memperhatikan kebutuhan vaksinasi ternaknya.

“Pentingnya melakukan vaksinasi lengkap terhadap ayam, baik ayam buras maupun ayam kampung. Kemudian kebersihan dan sanitasi kandang juga perlu dijaga,” ujarnya, Senin 5 Oktober 2026.

DPKH juga mengingatkan peternak agar tidak membuang bangkai ayam sembarangan. Bangkai ayam yang mati dianjurkan dikubur atau dibakar agar tidak menjadi sumber penularan ke ternak lainnya.

Selain penguatan biosekuriti, DPKH Sinjai masih menunggu hasil pemeriksaan sampel yang telah dikirim ke BBVet Maros untuk mengetahui penyebab kematian ayam. Sambil menunggu hasil tersebut, petugas terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada peternak di wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....