DPKH Catat Kasus Kematian Ayam di Sinjai Utara Capai 1.866 Ekor,

  • 06 Okt 2026 11:19 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Kematian ayam milik warga di Kecamatan Sinjai Utara mencapai 1.866 ekor sejak 23 September hingga 5 Oktober 2026. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai mencatat kasus tersebut tersebar di empat kelurahan, yakni Lappa, Biringere, Bongki dan Balangnipa.

Kepala DPKH Sinjai Syamsul Alam mengatakan data tersebut merupakan laporan yang masuk hingga 5 Oktober 2026. Hingga kini, belum ada laporan kematian ayam dengan kondisi serupa dari kecamatan lain di Kabupaten Sinjai.

Kasus pertama tercatat pada 23 September di Kelurahan Lappa sebanyak 58 ekor. Selanjutnya, kematian dilaporkan di Biringere 257 ekor, Bongki 79 ekor dan Balangnipa 171 ekor hingga 30 September.

Memasuki Oktober, kematian ayam kembali dilaporkan di Lappa sebanyak 150 ekor pada 1 Oktober. Jumlah tertinggi dalam sehari tercatat pada 2 Oktober, yakni 373 ekor di Biringere, 10 ekor di Lappa dan 297 ekor di Balangnipa.

Laporan kemudian berlanjut pada 3 Oktober dengan kematian 103 ekor di Balangnipa, 136 ekor di Biringere dan 5 ekor di Bongki. Pada 4 Oktober tercatat 67 ekor di Biringere, kemudian 160 ekor di Lappa pada 5 Oktober.

DPKH Sinjai telah melakukan disinfeksi pada kandang-kandang yang terdampak untuk menekan risiko penyebaran penyakit. Sampel juga telah dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros untuk memastikan penyebab kematian ayam.

“Hasil pemeriksaan ini memang butuh waktu. Biasanya paling cepat satu pekan baru keluar hasilnya. Jadi estimasinya mungkin besok sudah ada hasilnya,” kata Syamsul Alam, Senin 5 Oktober 2026.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, petugas DPKH Sinjai terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan. Syamsul berharap tidak ada laporan baru dari wilayah lain di Kabupaten Sinjai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....