DPKH Sinjai Lakukan Disinfeksi usai Kematian Massal Ayam di Empat Kelurahan
- 04 Okt 2026 20:27 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai bergerak menangani kematian massal ayam milik warga di sejumlah kelurahan di Kecamatan Sinjai Utara. Penanganan dilakukan untuk menekan risiko penyebaran penyakit sekaligus memastikan penyebab kematian ayam.
Hingga Sabtu 3 Oktober 2026, kasus tersebut dilaporkan terjadi di Kelurahan Bongki, Lappa, Balangnipa dan Biringere. DPKH Sinjai menyebut belum menerima laporan kematian ayam dengan kondisi serupa dari kecamatan lain.
Kepala DPKH Sinjai Syamsul Alam mengatakan petugas telah melakukan penyemprotan disinfektan pada kandang terdampak serta menerapkan langkah biosekuriti. Ayam yang masih hidup juga diisolasi, sementara peternak dianjurkan memberikan multivitamin untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
“Lokasi tertular yang menyebabkan kematian massal pada ayam berada di Sinjai Utara, yakni Bongki, Lappa, Balangnipa, dan Biringere. Sampai saat ini belum ada laporan dari kecamatan lain,” jelasnya, Sabtu 3 Oktober 2026.
Untuk memastikan penyebab kematian, DPKH Sinjai telah mengambil sampel ayam dan mengirimkannya ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan diperkirakan diketahui pada 5 atau 6 Oktober 2026.
“Pengambilan sampel sudah dilakukan dan telah dikirim ke BBVet Maros. Hasilnya diperkirakan pada 5 atau 6 Oktober,” kata Syamsul.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan, DPKH meminta peternak memperketat biosekuriti dan tidak membuang bangkai ayam sembarangan. Bangkai ayam dianjurkan dikubur atau dibakar untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit ke lingkungan maupun ternak lain.
“Bangkai ayam harus dikubur atau dibakar, jangan dibuang sembarangan untuk menghindari penyebaran penyakit,” tegasnya.
DPKH Sinjai juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada UPTD atau petugas peternakan terdekat jika menemukan kematian ayam dalam jumlah tidak wajar. Laporan cepat diperlukan agar pemeriksaan dan penanganan dapat segera dilakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....