Pertamina Eksplorasi Enam Flora Sulawesi di Bone

  • 02 Okt 2026 17:47 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID.BONE — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin bersama UPT Kebun Raya Pucak melakukan eksplorasi flora di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. dalam keterangannya pada Jumat 2 Oktober 2026, Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 September 2026 tersebut merupakan bagian dari program Hutan Pertamina Hasanuddin untuk mendukung pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Sebelum eksplorasi, lima perwakilan Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin bersama 11 perwakilan UPT Kebun Raya Pucak melakukan koordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Cenrana. Koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik kawasan sekaligus menentukan lokasi eksplorasi dengan tetap memperhatikan kondisi habitat dan ketentuan pengelolaan kawasan hutan.

Tim kemudian melakukan penelusuran di tiga titik lokasi, termasuk kawasan sekitar permukiman penduduk dan lahan terbuka hijau. Proses tersebut didampingi personel UPT Kebun Raya Pucak untuk memastikan pengambilan material tanaman tetap memperhatikan prinsip konservasi.

Dari kegiatan tersebut, tim berhasil memperoleh enam jenis flora, yakni Clitoria ternatea atau bunga telang, Artocarpus elasticus atau tarro’, Artocarpus altilis atau baka’ (sukun), Premna serratifolia atau buas-buas, Aegle marmelos atau maja, serta Aleurites moluccanus atau kemiri. Tanaman hasil eksplorasi selanjutnya dibawa ke UPT Kebun Raya Pucak untuk mendapatkan perawatan dan melalui proses penilaian sebelum dikembangkan sebagai tanaman koleksi maupun nonkoleksi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan eksplorasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendukung pelestarian flora lokal, dalam keterangannya Jumat 2 Oktober 2026, dan acaranya belum lama ini. “Melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin, kami ingin turut menjaga kekayaan flora lokal agar dapat terus dipelajari, dikonservasi, dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat,” ujar Lilik.

Menurut Lilik, kolaborasi dengan UPT Kebun Raya Pucak dan KPH Cenrana diperlukan agar kegiatan konservasi dapat berjalan dengan memperhatikan kondisi habitat dan prinsip pelestarian lingkungan. “Upaya menjaga keanekaragaman hayati membutuhkan kerja sama berbagai pihak dan kesinambungan program. Kami berharap eksplorasi flora di Bone ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan jumlah dan variasi koleksi tanaman di Kebun Raya Pucak,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 15 tentang Ekosistem Daratan dan SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan. Kepala UPT Kebun Raya Pucak, Thamrin, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, eksplorasi menjadi salah satu tahapan dalam mendukung fungsi kebun raya sebagai lembaga konservasi tumbuhan secara ex-situ.

“Kami berterima kasih kepada Pertamina karena kegiatan eksplorasi singkat ini membangun sinergi dalam menjaga dan menggali potensi flora untuk kemudian dikembangkan di Kebun Raya Pucak,” ungkap Thamrin.

Ia berharap program Hutan Pertamina Hasanuddin dapat berlanjut sehingga semakin banyak tanaman lokal yang dapat dikonservasi, baik sebagai koleksi maupun nonkoleksi. Penambahan koleksi flora tersebut diharapkan turut memperkuat fungsi Kebun Raya Pucak sebagai ruang konservasi, penelitian, pendidikan, dan wisata berbasis keanekaragaman hayati.

Kolaborasi Pertamina, UPT Kebun Raya Pucak, dan KPH Cenrana menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan flora Sulawesi melalui proses eksplorasi hingga konservasi tanaman untuk manfaat jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....