Berkah Bone: Kementan Kucurkan Rp89,8 Miliar Optimasi Lahan

  • 02 Okt 2026 17:46 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Pemerintah Kabupaten Bone menerima dukungan anggaran sebesar Rp89,8 miliar dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia untuk mengoptimalkan sektor pertanian daerah. Alokasi dana besar ini disalurkan guna memperkuat infrastruktur dan sarana pertanian bagi ribuan petani lokal.

Program optimasi lahan tersebut ditargetkan menyasar area seluas 19.533 hektare yang tersebar di wilayah Kabupaten Bone. Fokus utama bantuan diarahkan pada pembenahan sawah tadah hujan serta kawasan pertanian yang membutuhkan dukungan jaringan irigasi mendesak.

Sebanyak 801 kelompok tani telah ditetapkan sebagai penerima manfaat langsung dari program strategis nasional ini. Skema bantuan tersebut diharapkan dapat menuntaskan kendala ketersediaan air yang selama ini menjadi tantangan utama bagi produktivitas para petani.

Kepastian pengucuran anggaran ini disampaikan langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis Kegiatan Optimasi Lahan Wilayah Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2026 di Ballroom Hotel Novena, Kota Watampone, Jumat, 2 Oktober 2026. Acara tersebut diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bone.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Bone, perwakilan Kejaksaan Negeri Bone, Dandim 1407 Bone, Wakapolres Bone, serta jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan. Bupati Bone menekankan agar intervensi fisik berupa perbaikan irigasi dan pasokan air wajib dibarengi dengan kenaikan hasil panen secara riil.

Ia menegaskan tidak ingin bantuan yang bernilai fantastis ini berhenti hanya pada tataran pembangunan sarana tanpa multiplier effect bagi perekonomian warga. "Yang kita bantu irigasinya, airnya dibantu, tetapi jangan sampai tidak meningkat pendapatannya, hingga kesejahteraan petani," ujar Andi Asman di depan para peserta rapat.

Ia menambahkan bahwa program optimasi lahan ini merupakan wujud perhatian langsung pemerintah pusat di bawah arahan Presiden yang dieksekusi oleh Kementerian Pertanian. Harapan utamanya adalah ekonomi keluarga petani meningkat sehingga mampu membiayai kebutuhan esensial seperti pendidikan anak.

"Ini merupakan bantuan Kementerian Pertanian dengan perhatian Bapak Presiden yang dieksekusi Kementerian Pertanian. Kita tidak mau anak-anak petani kita tinggal di rumah tetapi tidak ada biaya sekolah," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPLIP Kelas I Makassar, Dr. Ir. Rustan Massinai, M.P., Ph.D., menerangkan bahwa tenggat pengerjaan fisik optimasi lahan ini diperkirakan berlangsung selama dua bulan. Masing-masing kelompok tani bakal mengelola dana alokasi sekitar Rp100 juta yang ditransfer dalam dua tahap pembayaran.

Rustan secara khusus mengimbau seluruh kelompok tani penerima manfaat untuk menjaga transparansi dan menjalankan kegiatan sesuai regulasi yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

"Jangan disalahgunakan," pungkas Rustan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....