Kontingen Pesilat SMP Islam Athirah Bone Raih Prestasi di Arung Palakka Champions

  • 01 Okt 2026 10:48 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Kontingen pesilat muda SMP Islam Athirah Bone berhasil memboyong sejumlah medali dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Arung Palakka Championship 2026. Kejuaraan tingkat Sulawesi Selatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 September 2026, bertempat di GOR Lapangan Merdeka, Kota Watampone, Kabupaten Bone.

Ajang pencak silat yang diselenggarakan oleh Perisai Emas Nusantara Sport Organiser ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemkab Bone, KONI Sulsel, serta IPSI Sulsel. Mengusung tema "Lestarikan Budaya, Raih Prestasi!", kejuaraan ini diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai daerah dan kelompok umur, mulai dari Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, Dewasa, hingga Master.

Di tengah sengitnya persaingan antar-kontingen, tiga atlet muda dari SMP Islam Athirah Bone sukses mencatatkan namanya di podium kehormatan. Salah satu raihan paling menonjol dicatatkan oleh Qisyafani Afaf, pesilat muda yang akrab disapa Qiki, dengan berhasil memboyong dua medali emas sekaligus dari dua kategori berbeda, yaitu kategori Fighter (tanding) dan Seni Tunggal Tangan Kosong. Gadis kelahiran Salobukkang, 25 April 2014, yang merupakan putri tunggal dari pasangan Agussalim Larra dan Nurfuadi tersebut tampil dominan sejak babak awal.

Qiki menunjukkan ketangguhannya di gelanggang sejak babak semifinal hingga final dengan menumbangkan perwakilan pesilat tangguh asal Sengkang, setelah sebelumnya konsisten mengasah kemampuannya melalui latihan rutin di sekolah. Atas raihan membanggakan tersebut, alumni finalis O2SN tingkat SD di Bogor ini menyampaikan optimismenya untuk terus mengukir prestasi di tingkatan yang lebih tinggi. "Harapannya ke depan bisa meraih juara di tingkat nasional," ungkap Qiki saat memberikan keterangannya pasca pertandingan. Rabu, 30 September 2026.

Selain dua medali emas dari Qiki, pencapaian kontingen SMP Islam Athirah Bone kian lengkap dengan torehan dua medali perunggu yang disumbangkan oleh Muh. Idzhar dan A. Muh. Nailun Fathul Syafah. Idzhar, siswa kelas VIII Ar Rasyid putra pasangan Sabri dan Haslina yang baru 6 bulan menekuni silat setelah beralih dari beladiri Muay Thai, merebut perunggu usai bertarung sengit melawan pesilat asal Pangkep di semifinal.

Sementara Nailun, putra pasangan A. Supratman dan Nurlina yang telah menyukai pencak silat sejak kelas V SD, meraih perunggu usai terhenti di semifinal saat berhadapan dengan sesama pesilat asal Bone. Pelatih sekaligus pendamping ekstrakurikuler beladiri SMP Islam Athirah Bone, Dani Yusup, menegaskan bahwa hasil yang diraih anak asuhnya menjadi angin segar bagi pembinaan atlet di sekolah.

"Keberhasilan para pesilat muda ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi keluarga dan sekolah tempat mereka berlatih, tetapi juga menjadi bukti hidupnya regenerasi atlet beladiri di SMP Islam Athirah Bone," ujar Dani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....