Sat Binmas Soppeng Bina Santri Cegah Kenakalan Remaja

  • 21 Sep 2026 13:20 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID.SOPPENG — Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada santri dan santriwati Pondok Pesantren Yasrib, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Senin 21 September 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mencegah kenakalan remaja sekaligus menanamkan kedisiplinan kepada pelajar sejak dini.

Kegiatan dipimpin Kasat Binmas Polres Soppeng Iptu Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si., bersama KBO, Kaur Mintu dan para Kanit Sat Binmas. Peserta merupakan perwakilan santri putra dan putri kelas XII MA serta kelas IX MTs.

Dalam penyuluhan tersebut, personel Sat Binmas menyampaikan sejumlah materi mengenai perilaku yang perlu dihindari di lingkungan pesantren. Di antaranya meninggalkan asrama tanpa izin, tidak mematuhi aturan pondok, merokok, penggunaan gadget tanpa izin, bullying, kekerasan antarsantri, perilaku asusila hingga pencurian.

Para santri juga diingatkan untuk mengikuti seluruh kegiatan pesantren dengan disiplin serta menjaga hubungan baik dengan sesama penghuni asrama.

Sat Binmas turut mengajak santri tingkat akhir berperan dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan tertib. Santri senior diharapkan membantu guru maupun pembina dalam mengawasi sekaligus memberikan contoh positif kepada santri junior.

Kasat Binmas Polres Soppeng Iptu Andri Hermansyah mengatakan, kegiatan Binluh merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam membangun kesadaran dan kedisiplinan pelajar.

Menurutnya, pembinaan kepada pelajar tidak hanya dilakukan di pesantren, tetapi juga secara berkelanjutan di sejumlah sekolah yang berada di wilayah hukum Polres Soppeng.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pembinaan terhadap generasi muda menjadi bagian penting dalam mengedepankan upaya pencegahan.

“Pembinaan kepada generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan. Kami ingin para santri tidak hanya memahami aturan, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga kedisiplinan, menghormati sesama dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tertib,” ujar AKBP Hari Budiyanto.

Ia menilai lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kedisiplinan generasi muda. Karena itu, kepolisian terus mendorong pendekatan edukatif agar pelajar memahami batasan perilaku serta konsekuensi dari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kapolres juga meminta santri senior menjadi teladan bagi adik-adik kelasnya. Jika terjadi persoalan, para santri diharapkan menyampaikannya kepada guru atau pembina dan tidak menyelesaikannya dengan kekerasan.

“Santri senior memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh yang baik. Jika ada persoalan, hendaknya disampaikan kepada guru atau pembina, bukan diselesaikan dengan kekerasan maupun tindakan yang melanggar aturan,” lanjutnya.

Melalui kegiatan tersebut, Sat Binmas Polres Soppeng berharap pemahaman yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga potensi kenakalan remaja dapat dicegah sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....