KKG Tanete Riattang Timur Bekali Guru Metode S.M.I.L.E.
- 20 Sep 2026 09:55 WIB
- Bone
RRI.CO.ID,Bone - Sebanyak 37 guru SD yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus IV Kecamatan Tanete Riattang Timur dibekali metode pembelajaran Bahasa Inggris yang menekankan praktik, permainan, gerakan, dan keterlibatan aktif siswa. Pembekalan bertajuk “Mengajar Bahasa Inggris dengan Mudah dan Menyenangkan di SD melalui Metode S.M.I.L.E.” berlangsung di SDIT Al Hikmah, Jalan Sungai Musi, Kabupaten Bone, Sabtu,19 September 2026.
Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar tidak hanya membutuhkan penguasaan materi, tetapi juga pendekatan yang sesuai dengan karakter anak. Karena itu, kegiatan ini diarahkan untuk membantu guru menyederhanakan materi, membangun keberanian siswa menggunakan Bahasa Inggris, serta menciptakan proses belajar yang aktif tanpa harus bergantung pada fasilitas yang mahal.
Direktur Greenfield Language College (GRACE), Ariani, S.Pd., M.Pd., C.MT., CNLPP., selaku narasumber mengatakan, pembelajaran Bahasa Inggris dapat dimulai dari hal-hal sederhana dengan melibatkan anak secara aktif dalam setiap prosesnya. “Belajar dan mengajar Bahasa Inggris dapat menjadi mudah ketika kita memulainya dengan cinta dan niat yang tulus untuk mendidik anak-anak. Guru tidak harus langsung menggunakan kalimat yang sulit. Mulailah dari ungkapan sederhana, berikan contoh, libatkan semua murid, lalu hargai setiap usaha mereka,” ujar Ariani.
Ariani memperkenalkan metode S.M.I.L.E. yang dikembangkannya dari pengalaman pembelajaran Bahasa Inggris di GRACE. S.M.I.L.E. merupakan singkatan dari Simple, Model, Involve, Learn through Play, dan Encourage. Pendekatan ini menekankan target pembelajaran yang sederhana, pemberian contoh yang jelas, keterlibatan seluruh siswa, penggunaan permainan yang memiliki tujuan pembelajaran, serta pemberian apresiasi terhadap setiap usaha anak.
Berbeda dari pelatihan yang hanya berisi penyampaian teori, kegiatan tersebut lebih banyak diisi praktik langsung. Para guru mencoba berbagai teknik yang dapat diterapkan di ruang kelas, mulai dari permainan edukatif, lagu berbahasa Inggris, positive affirmation chant, hingga Total Physical Response (TPR) yang menghubungkan penggunaan bahasa dengan gerakan tubuh.
Sejumlah lagu anak, seperti Five Little Ducks, The Itsy Bitsy Spider, dan One, Two, Three, Four, Five, Once I Caught a Fish Alive, dipraktikkan sebagai media pembelajaran. Melalui aktivitas tersebut, guru belajar mengenalkan kosakata, angka, gerakan, dan keberanian berbicara sekaligus membangun interaksi positif antarsiswa. Berbagai permainan sederhana juga diperkenalkan sehingga dapat diterapkan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah.
Ketua KKG Gugus IV Kecamatan Tanete Riattang Timur, Hasniar Syam, S.Pd.SD., mengapresiasi pendekatan pelatihan yang memberikan lebih banyak ruang untuk praktik dan diskusi. Menurutnya, suasana pelatihan yang terbuka membuat peserta lebih nyaman untuk mencoba, berbicara, dan menyampaikan pendapat. “Saya lebih menyukai pelatihan seperti ini karena lebih banyak praktik dan suasananya lebih friendly. Peserta menjadi lebih terbuka, lebih nyaman berbicara, serta lebih leluasa berdiskusi dan menyampaikan pendapat,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para guru menunjukkan antusiasme dengan mengikuti berbagai aktivitas secara langsung. Melalui pembekalan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa di sekolah masing-masing. Dengan pendekatan yang sederhana dan interaktif, pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan menjadi lebih aktif, komunikatif, dan dekat dengan dunia anak sekaligus mendukung pembentukan karakter dan kepercayaan diri siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....