Diversi Satlantas Bone Selesaikan Kasus Kecelakaan Anak
- 18 Sep 2026 21:08 WIB
- Bone
RRI.CO.ID.BONE — Unit Gakkum Satlantas Polres Bone resmi menghentikan penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur setelah proses diversi menghasilkan kesepakatan damai. Sidang diversi digelar Unit Gakkum Satlantas Polres Bone pada Jumat pagi 18 September 2026.
Perkara tersebut berkaitan dengan kecelakaan yang terjadi di Jalan Poros Bone-Sinjai, Kelurahan Apala, Kecamatan Barebbo, Jumat 28 Agustus 2026, sekitar pukul 07.00 Wita. Kasatlantas Polres Bone AKP Riyanda Putra Utama mengatakan proses diversi dilakukan karena anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) masih berusia di bawah umur.
“Dalam perkara tersebut dikarenakan pelaku masih di bawah umur, maka dilakukan proses diversi sesuai dengan Undang-Undang Sistem Peradilan Anak,” ujar Riyanda.
Menurutnya, sejumlah tahapan telah dilalui hingga proses diversi mencapai kesepakatan. Setelah kesepakatan damai tercapai antara keluarga korban dan pihak ABH, perkara tersebut kemudian dihentikan demi hukum. “Salah satu poin krusial dalam kesepakatan tersebut adalah pemberian santunan kepada keluarga korban,” sambungnya.
Riyanda menegaskan kepolisian tidak mencampuri isi kesepakatan yang dibuat oleh kedua belah pihak. Pelaksanaan kewajiban dalam kesepakatan tersebut kemudian dituntaskan di ruang Unit Gakkum dengan disaksikan pihak-pihak terkait.
Sebelumnya, kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat tanpa pelat nomor yang dikendarai BA (69) dan Honda Vario tanpa pelat nomor yang dikendarai SU (16).
Honda Beat yang dikendarai BA bergerak dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sedang, kemudian berbelok ke arah timur. Pada saat bersamaan, Honda Vario yang dikendarai SU bergerak dari arah yang sama dengan kecepatan tinggi dan tidak dapat menghindari Honda Beat hingga menabrak bagian samping kanan kendaraan tersebut.
Akibat kecelakaan itu, SU mengalami sejumlah luka, antara lain bengkak pada bagian depan kepala sebelah kiri serta luka lecet pada siku, bahu belakang, dan betis kiri.
Sementara BA mengalami luka terbuka pada bagian belakang dan atas kepala, patah tulang leher, serta mengeluarkan darah dari mulut, hidung, dan telinga. BA kemudian meninggal dunia setelah mendapat penanganan di rumah sakit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....