KONI Bone Gelar Rakerkab 2026, Matangkan Persiapan Tuan Rumah Porprov XVIII

  • 17 Sep 2026 21:03 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone menggelar Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Tahun 2026 di Aula Sekretariat KONI Bone, Kamis, 17 September 2026. Forum strategis ini dibuka resmi oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Bone, H. Andi Akbar, mewakili Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman. Rakerkab diikuti lebih dari 90 persen perwakilan cabang olahraga (cabor) yang terdaftar.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Muhammad Awaluddin, mengonfirmasi bahwa jalannya rapat telah memenuhi kuorum organisasi. "Kami mengundang sekitar 40 cabor dengan masing-masing mengutus dua perwakilan. Pelaksanaan rapat kerja ini merupakan syarat mutlak dalam tatanan tata kelola organisasi yang baik," ujar Awaluddin.

Materi pembahasan dipersiapkan oleh tim perumus Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang kemudian dibagi ke dalam komisi-komisi untuk disahkan melalui rapat pleno. Agenda utama meliputi penyusunan program kerja, penyelarasan pembinaan atlet, hingga penguatan koordinasi lintas pengurus.

Di tempat yang sama, Ketua KONI Kabupaten Bone, Drs. Asiswa Karim, menegaskan bahwa Rakerkab berfokus pada evaluasi, penyelarasan gagasan, dan penyusunan strategi pengembangan olahraga prestasi, bukan forum pertanggungjawaban. "Forum ini adalah wadah take and give. Kita saling berbagi gagasan untuk melihat ke depan bagaimana mengelola, membina, dan mengembangkan olahraga prestasi di Kabupaten Bone," tegas Asiswa.

Selain konsolidasi internal, fokus utama KONI Bone saat ini tertuju pada kesiapan sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 bersama Kabupaten Wajo. Bone dijadwalkan mempertandingkan 26 cabor. Asiswa meminta pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada pembenahan sejumlah sarana pertandingan (venue) yang dinilai belum optimal, seperti panjat tebing, panahan, dan voli pasir.

" Panjat Tebing: Membutuhkan perhatian khusus akibat keterbatasan lokasi. Panahan: Masih memerlukan penambahan fasilitas dan kelengkapan alat. Dan Voli Pasir: Fasilitas di kawasan Islamic Center dinilai perlu dibenahi atau dipindahkan ke lokasi alternatif yang lebih representatif," ucapnya.

Mengingat waktu persiapan yang semakin mendesak, KONI Bone mendorong percepatan koordinasi dengan pemerintah daerah agar pembenahan sarana dan prasarana dapat rampung tepat waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....