Wabup Bone Hadiri Rakor Sulsel Wujudkan Ending AIDS 2030
- 17 Sep 2026 14:13 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat sinergi lintas sektor demi menekan angka penularan HIV/AIDS. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS menuju Ending AIDS 2030 yang berlangsung di Hotel Travellers Phinisi, Makassar, Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan yang dibuka oleh Asisten I Setda Prov Sulsel, Dr. H. M. Ishak Iskandar, mewakili Gubernur Sulsel ini dihadiri para wakil bupati/wali kota, jenderal instansi vertikal, dinas kesehatan, PMI, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati HIV/AIDS. Hadir pula Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin.
Dalam sambutannya, Ishak Iskandar memaparkan bahwa temuan kasus baru HIV/AIDS di Sulsel sebenarnya menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, Tahun 2023, 2.660 kasus, 2024, 2.486 kasus dan 2025, 1.939 kasus. Januari–Juli 2026: 963 kasus.
Meski menurun, kasus baru masih terpusat di beberapa daerah, dengan Kota Makassar mencatat angka tertinggi sebanyak 445 kasus, disusul Kabupaten Gowa (74 kasus), Bulukumba (34 kasus), Jeneponto (27 kasus), Luwu Timur (23 kasus), dan Bantaeng (20 kasus).
Dari sisi demografi, kelompok usia produktif menjadi penderita terbanyak, Usia 25–49 tahun: 58 persen, Usia 15–24 tahun: 35 persen, Usia 50 tahun ke atas: >6 persen dan Usia di bawah 15 tahun: 1 persen.
Tingginya angka pada usia muda membuat Pemprov Sulsel menyiapkan langkah konkret, salah satunya sosialisasi terpadu dan uji coba pengambilan sampel di 1–2 sekolah per kabupaten/kota. Program ini mengombinasikan skrining kesehatan, donor darah, serta penyuluhan bahaya narkoba bersama BNN dan Kepolisian. Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menegaskan bahwa edukasi medis saja tidak cukup tanpa penanganan stigma di masyarakat.
"Penanganan tidak hanya dari aspek medis, tetapi juga dukungan sosial dan mental untuk mengurangi diskriminasi terhadap penderita," tegas Andi Akmal.
Melalui rakor ini, seluruh pemerintah daerah di Sulsel diharapkan makin optimal meningkatkan deteksi dini, menjamin akses pengobatan, serta menciptakan lingkungan yang inklusif dan bebas stigma bagi Orang dengan HIV (ODHIV).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....