Sinjai Selatan Gelar FKP Kesehatan, TBC dan Stunting Jadi Sorotan
- 16 Sep 2026 18:36 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Pemerintah Kecamatan Sinjai Selatan menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor dan Forum Konsultasi Publik (FKP) Bidang Kesehatan Triwulan III, Selasa 15 September 2026. Forum tersebut membahas sejumlah persoalan kesehatan sekaligus mencari langkah bersama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Sinjai Selatan itu dibuka Plt Camat Sinjai Selatan, Muh. Akbar Juhamran, yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sinjai. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. H. Kahar Anies, bersama unsur pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan serta lintas sektor.
Muh. Akbar mengatakan forum tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin. Menurutnya, setiap evaluasi harus menghasilkan langkah nyata untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Sinjai Selatan.
“Pertemuan ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan wadah strategis untuk bersatu, mengevaluasi, dan menyusun arah kebijakan pelayanan publik di bidang kesehatan. Kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan,” ujarnya.
Sejumlah persoalan menjadi perhatian dalam evaluasi indikator kesehatan dan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM). Di antaranya penguatan layanan rujukan dan kegawatdaruratan Rumah Sakit Pratama Bulupaccing, penanganan stunting, penemuan kasus TBC dan kusta, serta peningkatan layanan ibu hamil dan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal.
Sementara di wilayah kerja Puskesmas Samaenre dan Puskesmas Aska, perhatian diarahkan pada pencegahan ISPA, pneumonia, diare dan dehidrasi. Penguatan imunisasi, penanganan ibu hamil berisiko tinggi, edukasi sanitasi dan air bersih serta peran kader kesehatan juga menjadi bagian pembahasan.
“Angka stunting, anemia pada ibu hamil, penyakit menular seperti TBC dan kusta, serta kematian bayi harus terus kita tekan. Ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tenaga kesehatan,” tegasnya.
Akbar mendorong pemerintah desa dan kelurahan mengoptimalkan dukungan melalui dana desa untuk program kesehatan. Dukungan tersebut dapat diarahkan pada insentif kader Posyandu, ambulans desa, sanitasi sehat, serta pemberian makanan tambahan bagi balita stunting dan ibu hamil yang mengalami anemia.
Ia juga meminta dukungan TNI-Polri dalam pengawasan lingkungan dan pelaksanaan program kesehatan, sementara PKK dan kader kesehatan diharapkan memperkuat pendampingan terhadap ibu hamil dan balita. Pengelola Rumah Sakit Pratama Bulupaccing, Puskesmas Samaenre dan Puskesmas Aska juga diminta terus meningkatkan kualitas serta respons pelayanan.
“Hasil forum konsultasi publik hari ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membenahi standar pelayanan publik. Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita ingin mewujudkan masyarakat Sinjai Selatan yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....