Bupati Bone Minta Rotasi Satgas Pengawasan SPBU Cegah Antrean BBM
- 15 Sep 2026 07:44 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, menegaskan pentingnya langkah konkrit untuk memperketat pengawasan dan menata sistem pelayanan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) se-Kabupaten Bone. Penataan ini ditujukan untuk mengurai antrean panjang serta menjamin distribusi bahan bakar minyak (BBM) berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
Instruksi tegas tersebut disampaikan langsung oleh Andi Asman saat memberikan arahan strategis kepada jajaran Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan SPBU, di Aula Lateya Riduni. Senin 14 September 2026.
Dikatakan, meski saat melakukan perjalanan dari Bulukumba menuju Bone ia tidak menemukan antrean yang menumpuk, Andi Asman menilai efisiensi dan pola pengaturan kendaraan di area SPBU masih memerlukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh.
"Saya minta Asisten Bidang Ekonomi yang Ketua Satgas ditata dengan baik," tegas Andi Asman.
Ia menekankan agar kendaraan yang masuk dapat langsung dilayani dengan cepat sehingga arus lalu lintas di sekitar area pengisian BBM tidak memicu kemacetan. Sebagai langkah penyegaran, Bupati Bone mengusulkan adanya kebijakan rotasi (rolling) personel pengawas secara berkala setiap bulannya.
Strategi ini dianggap krusial untuk mencegah kebosanan petugas di lapangan sekaligus mengantisipasi munculnya kedekatan berlebihan antara petugas pengawas dengan pihak-pihak tertentu di area SPBU. "Kalau perlu, satu bulan rolling lagi, satu bulan rolling lagi, supaya tidak bosan. Supaya nanti teman-teman dari SPBU ini sudah saling kenal. Ketika di-rolling, masing-masing orang punya cara dan taktik sendiri," ujar Andi Asman.
Ia mengarahkan penugasan personel menggunakan surat tugas harian agar penempatannya lebih fleksibel sesuai dinamika kebutuhan lapangan. Selain melibatkan unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), pengawasan distribusi BBM di Kabupaten Bone juga memperkuat sinergi bersama TNI dan Polri.
Pengamanan di area vital ini diminta untuk dilakukan secara ekstra ketat. "Kalau bisa pengawasannya seolah-olah ini perbatasan. Pengawasannya seolah-olah ditugaskan di perbatasan," tambahnya.
Langkah preventif ini diambil mengingat BBM merupakan komoditas vital yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi, dapur rumah tangga, hingga operasional sektor UMKM. "Kalau tidak ada bensin, tidak ada bahan bakar, macet kita ini. Istri mau memasak, mau berusaha, ada yang UMKM, kalau tidak menyala kompornya, tidak ada uang. Itu kebutuhan. Makanya ini sangat vital menurut saya," ujar Andi Asman.
Guna menjaga profesionalisme dan transparansi, Bupati Bone mendorong penyediaan rompi identitas khusus Satgas serta skema biaya operasional yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing petugas TNI, Polri, dan ASN berdasarkan evaluasi kinerja. Pembentukan grup komunikasi digital juga dipersiapkan agar pelaporan dan respons terhadap aduan masyarakat di lapangan dapat ditangani secara real-time.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....