Disdukcapil Bone Jemput Bola Urus Dokumen Korban Kebakaran Sanrangeng

  • 14 Sep 2026 07:20 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah dan harta benda kerap meninggalkan dampak panjang bagi para korban. Selain kerugian material, hilangnya dokumen kependudukan menjadi ancaman serius yang dapat menghambat akses pelayanan publik maupun bantuan sosial pascabencana.

Kondisi tersebut kini dialami sejumlah warga di Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone. Dokumen administrasi kependudukan (adminduk) milik mereka hilang dan rusak setelah dilalap si jago merah dalam insiden kebakaran pemukiman.

Merespons situasi darurat tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bone bergerak cepat. Pada Minggu, 13 September 2026, sehari setelah kejadian, petugas diterjunkan langsung ke lokasi bencana melalui layanan jemput bola.

Kepala Disdukcapil Bone, Andi Saharuddin, menegaskan bahwa kehadiran timnya di lapangan bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak administrasi warga yang terdampak bencana tetap terjamin tanpa penundaan. "Kami hadir untuk memastikan kelengkapan dokumen adminduk tetap bisa digantikan untuk keperluan sebagaimana mestinya," ujar Andi Saharuddin.

Andi Sahar menjelaskan bahwa seluruh dokumen adminduk yang musnah akibat kebakaran dapat diproses dan diterbitkan kembali. Langkah ini diambil agar warga terdampak dapat segera memegang fisik dokumen yang sangat dibutuhkan untuk pengurusan bantuan maupun urusan administratif lainnya.

Inisiatif jemput bola ini sengaja digelar untuk meringankan beban para korban pascakebakaran. Dengan layanan langsung di tempat, warga tidak perlu membuang waktu dan biaya untuk mendatangi kantor pelayanan publik di Kota Watampone.

Peristiwa kebakaran itu sendiri melanda kawasan pemukiman di perbatasan Desa Sanrangeng dan Desa Sailong, Kecamatan Dua Boccoe, pada Sabtu, 12 September 2026. Berdasarkan data penanganan bencana terkini, total terdapat 13 unit rumah yang terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 rumah rata dengan tanah dilalap api, sedangkan tiga rumah lainnya mengalami kerusakan fisik.

Musibah tragis ini tidak hanya memicu kerugian materiil yang besar bagi warga setempat, tetapi juga memakan korban jiwa. Dilaporkan satu orang warga meninggal dunia dalam musibah tersebut. Hadirnya layanan pemulihan dokumen adminduk menjadi salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah daerah. Pemulihan aspek legalitas ini diharapkan menjadi pijakan awal agar proses rehabilitasi dan penanganan pascabencana bagi warga terdampak dapat berjalan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....