Dewan Kesenian Sinjai Cetak Talenta Muda lewat Workshop Sinema
- 12 Sep 2026 19:18 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Dewan Kesenian Sinjai mendorong lahirnya talenta muda di bidang perfilman melalui Seminar dan Workshop Sinematografi di Aula Hotel Grand Rofina Sinjai, Jumat 11 September 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga 13 September 2026 ini mengusung tema “Belajar Sinema, Berkarya Dari Daerah”.
Kegiatan tersebut melibatkan 20 peserta dari kalangan pelajar SMK, pegiat media sosial, dan pelaku seni di Kabupaten Sinjai. Peserta mendapat ruang untuk mengembangkan kemampuan videografi, editing digital, hingga produksi film pendek dengan mengangkat budaya dan kearifan lokal.
Seminar dan workshop ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, Dana Indonesiana, dan Lembaga Budaya Agora bersama Dewan Kesenian Sinjai. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, Andi Mandasini Saleh.
Andi Mandasini Saleh mengapresiasi inisiatif Dewan Kesenian Sinjai yang membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas di industri perfilman dan ekonomi kreatif. Menurutnya, potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjaga sekaligus memperkenalkan budaya dan pariwisata Sinjai melalui karya visual.
“Generasi muda memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang industri kreatif, khususnya perfilman dan konten digital dalam menjaga, merawat serta mengangkat budaya dan potensi pariwisata kita dalam karya sinematografi yang inspiratif,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemkab Sinjai terus mendorong sinergi lintas sektor untuk memberikan ruang bagi kreativitas anak muda dan pelaku seni.
Ketua Dewan Kesenian Sinjai, Andi Jusman, mengatakan workshop tersebut tidak hanya memberikan pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman praktik bagi peserta. "Materi yang diberikan meliputi penulisan naskah, teknik pengambilan gambar, editing video, hingga produksi film pendek," jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut melahirkan talenta-talenta muda kreatif yang mampu menghasilkan karya visual berkualitas dan mengangkat potensi seni, budaya, serta kearifan lokal Sinjai. Karya sinematografi yang dihasilkan juga diharapkan mampu bersaing di tengah perkembangan industri kreatif digital sekaligus memberikan pesan dan inspirasi kepada publik.
Kegiatan ditutup dengan pemutaran film dokumenter berjudul “Panre Bassi Baine” hasil karya peserta workshop. Film tersebut mengangkat cerita tentang perempuan penempa besi, sekaligus menjadi contoh pemanfaatan sinematografi untuk merekam dan memperkenalkan budaya lokal Sinjai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....