Loka POM di Bone Perkuat Kualitas Layanan lewat Forum Konsultasi Publik

  • 11 Sep 2026 07:14 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Kabupaten Bone membuka ruang dialog bersama masyarakat dan pemangku kepentingan melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) di Watampone, Rabu 9 September 2026. Forum ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi, saran, dan masukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Mengusung tema “Bersinergi untuk Pelayanan Publik yang Transparan, Responsif, dan Inklusif dalam Mewujudkan Pelayanan Publik Prima Loka POM di Kabupaten Bone”, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur. Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi, Dinas Perikanan, DPMPTSP, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bone, RRI Bone, akademisi, dan pelaku UMKM.

Kepala Loka POM di Kabupaten Bone, Handri Burhan, S.H., menegaskan standar pelayanan publik menjadi tolok ukur dalam penyelenggaraan pelayanan sekaligus acuan untuk menilai kualitas layanan. Standar tersebut juga merupakan kewajiban dan janji penyelenggara dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan terukur kepada masyarakat.

Dalam forum tersebut, Loka POM Bone juga memaparkan pendampingan terhadap pelaku usaha di wilayah Bosowasi untuk memenuhi persyaratan perizinan dan sertifikasi. Saat ini, dua pelaku usaha telah memperoleh sertifikat CPKB, sembilan pelaku usaha memperoleh sertifikat CPPOB, serta satu pelaku usaha memperoleh sertifikat CPPOB untuk IRTP.

“Saat ini, kami juga sementara mendampingi pelaku usaha di lapangan untuk memperoleh sertifikasi CPPOB sebanyak 19 pelaku usaha, Bapak/Ibu. Mohon doa dan dukungannya, mudah-mudahan targetnya akhir tahun ini, kalau tidak ya mudah-mudahan awal tahunlah, supaya mereka bisa mendapatkan sertifikat,” jelasnya.

Selain layanan sertifikasi, Loka POM Bone juga menyampaikan upaya pengawasan keamanan pangan di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan secara berkelanjutan.

Loka POM Bone juga akan menghadirkan layanan pangan pada 20 September 2026 di Stadion Lapatau untuk memudahkan pelaku UMKM dan masyarakat memperoleh layanan tanpa harus datang ke kantor. Layanan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pendampingan dan informasi keamanan pangan.

Untuk mendukung pelayanan prima, Loka POM Bone turut memaparkan komitmen dan maklumat pelayanan, sarana dan prasarana penunjang, pengawasan internal, serta mekanisme pengaduan masyarakat. Melalui FKP, masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelayanan yang transparan, responsif, inklusif, dan akuntabel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....