HUT Pamong Praja Jadi Momentum Evaluasi Satpol PP

  • 09 Sep 2026 10:09 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, BONE – Tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Pamong Praja di Indonesia. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi Satuan Polisi Pamong Praja untuk terus meningkatkan profesionalisme, kualitas pelayanan, serta pendekatan humanis dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Bone, Andi Arwin.K, S.Sos, Pada Selasa, 8 September 2026.

Andi Arwin mengatakan, peringatan Hari Pamong Praja dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas Satpol PP, khususnya dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum serta menegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah.

Menurutnya, Satpol PP perlu terus berbenah agar pelaksanaan penertiban tidak hanya mengedepankan tindakan tegas, tetapi juga memperhatikan kondisi masyarakat. Pendekatan persuasif dan komunikasi dinilai menjadi bagian penting sebelum petugas mengambil tindakan di lapangan. “Ke depan kita harus lebih humanis, bertindak sesuai aturan dan berlaku adil kepada masyarakat,” ujar Andi Arwin.

Ia menjelaskan, peningkatan profesionalisme personel juga menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat. Pendidikan dan pelatihan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan anggota, terutama dalam berkomunikasi, menyelesaikan persoalan di lapangan, serta mencegah terjadinya konflik saat menjalankan tugas.

Andi Arwin menambahkan, keberadaan Satpol PP tidak semata-mata untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran. Personel juga memiliki peran dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga hubungan antara petugas dan masyarakat perlu dibangun melalui komunikasi yang baik.

Menurutnya, penegakan ketertiban yang berhasil bukan hanya dilihat dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan. Karena itu, pendekatan humanis diharapkan dapat membuat masyarakat memahami tujuan penertiban dan tidak melihat Satpol PP sebagai aparat yang hanya bertugas melakukan razia.

Momentum Hari Pamong Praja 8 September diharapkan menjadi dorongan bagi Satpol PP Bone untuk terus meningkatkan kualitas kerja, memperkuat kapasitas personel, serta menjalankan tugas secara profesional dan humanis. Dengan demikian, Satpol PP tidak hanya dikenal sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....