Inovasi Satgas BBM Bone, Berpeluang Jadi Model Percontohan Nasional

  • 08 Sep 2026 09:17 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone membentuk Satgas BBM Bersubsidi Merah Putih mendapat apresiasi tinggi dari Anggota Komisi VI DPR RI, Ismail Bachtiar. Langkah strategis daerah asal Sulawesi Selatan ini dinilai sukses mengatasi persoalan antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang kerap mengular.

Inovasi yang diusung oleh daerah tersebut dinilai memberikan dampak signifikan dalam menjaga kelancaran distribusi energi di lapangan. Atas keberhasilan tersebut, model penataan ini kini berpeluang besar untuk diangkat menjadi percontohan nasional bagi daerah-daerah lain.

Ismail Bachtiar menegaskan bahwa pembentukan Satgas tersebut merupakan bentuk respons cepat dan sigap dari Pemkab Bone. Kepemimpinan Bupati Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin dinilai tanggap dalam membaca keluhan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, kehadiran Satgas terbukti sangat efektif menertibkan penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi agar benar-benar tepat sasaran. Pengawasan intensif di lapangan berhasil meminimalkan potensi penyelewengan yang kerap memicu kelangkaan dan antrean kendaraan.

"Langkah ini merupakan sebuah terobosan. Dan tengah menjadi pembahasan di tingkat pusat," ujar Ismail. Senin, 7 September 2026.

Atas capaian positif tersebut, Komisi VI DPR RI bergerak mendorong agar inovasi dari Bone dapat diperluas jangkauannya. Pihaknya telah mengomunikasikan konsep ini ke tingkat pemerintah pusat agar dapat mereplikasi model serupa di kabupaten lain di seluruh Indonesia.

"Kehadiran Satgas terbukti efektif menertibkan penyaluran BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran. Kami di Komisi VI DPR RI telah mengomunikasikan konsep ini ke tingkat pusat agar dapat direplikasi oleh kabupaten lain di Indonesia," ujar Anggota Komisi VI DPR RI, Ismail Bachtiar.

Apresiasi dan dorongan dari DPR RI tersebut disambut hangat serta penuh rasa syukur oleh jajaran Pemkab Bone. Pengakuan ini menjadi dorongan moral yang kuat bagi pemerintah daerah untuk terus membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor.

Keberhasilan inovasi dari Bone ini membuktikan bahwa penyelesaian masalah publik tidak selalu harus bergantung pada instruksi pusat. Keberanian mengambil keputusan serta koordinasi cepat di lapangan menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....