UKM KPI Unhas Gagas Program Mannennungeng, Dorong Pertanian Cerdas Berkelanjutan

  • 31 Agt 2026 19:51 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - UKM KPI Universitas Hasanuddin melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kemenristekdikti menginisiasi program, Mannennungeng. Program ini mengusung konsep pertanian cerdas dan berkelanjutan melalui integrasi teknologi pertanian, pengelolaan limbah organik, mitigasi resiko pertanian dan edukasi petani untuk meningkatkan produktivitas.

Ketua PPK Ormawa, Fadel Muhammad menjelaskan nama program yang diusung oleh tim mahasiswa Unhas ini diambil dari istilah lokal bahasa Bugis, yaitu Manennungeng. “Istilah ini memiliki filosofi mendalam yang bermakna abadi, berkelanjutan, dan lestari”, jelas Fadel kepada rri.co.id, Senin, 31 Agustus 2026.

Fadel menekankan pemilihan nama berbasis budaya lokal ini dimaksudkan agar program tidak hanya menjadi sekadar proyek sementara. “Melainkan membawa semangat kelestarian lingkungan dan keberlanjutan masa depan pertanian warga desa”, ujarnya.

Melalui filosofi Manennungeng, petani lokal diharapkan dapat menciptakan kemandirian. “Sehingga ketika masa program pemberdayaan mahasiswa ini selesai, petani diharapkan sudah mampu mengelola dan mengembangkan sistem pertanian berbasis teknologi ini secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak luar”, lanjut Fadel.

Di Desa Kajaolaliddong, menurut Fadel, tim kami menemukan permasalahan sekaligus potensi yang saling terkait antara sektor pertanian dan peternakan. Konsep Smart Hydro Loop dihadirkan untuk menyatukan kedua sektor ini dalam siklus tertutup (sirkular economy) yang saling menguntungkan.

Limbah dari satu sektor dimanfaatkan menjadi sumber daya utama bagi sektor lainnya untuk mengurangi pembuangan yang sia-sia. Limbah kotoran ternak sapi diolah menjadi pupuk kompos organik untuk mengembalikan unsur hara tanah sawah yang mulai terdegradasi” ungkapnya.

Dikatakan Fadel, sebaliknya, limbah pascapanen padi diolah kembali untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak warga. Pendekatan terpadu ini mampu menekan biaya operasional pembelian pakan maupun pupuk buatan secara signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....