Warga Bone Mulai Tinggalkan Kartu ATM, Beralih ke QRIS
- 31 Agt 2026 19:52 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Pola transaksi keuangan masyarakat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kini mengalami pergeseran signifikan. Penggunaan kartu ATM untuk pembayaran maupun penarikan uang tunai mulai jarang dimanfaatkan warga yang kini lebih memilih transaksi digital seperti QRIS dan layanan agen perbankan.
Kemudahan transaksi digital membuat sebagian warga merasa cukup berbekal telepon seluler saat bepergian. Salah seorang warga Tanete Riattang, Adry, mengungkapkan bahwa kepraktisan QRIS membuatnya jarang berinteraksi dengan mesin ATM.
"Saya lebih pilih ketinggalan dompet daripada HP. Karena kalau di HP ada semua, termasuk uang. Jarang pakai ATM karena ada QRIS," ungkapnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Meski demikian, penggunaan kartu debit dan mesin ATM tidak sepenuhnya ditinggalkan. Kartu ATM umumnya masih dimanfaatkan saat warga membutuhkan uang tunai untuk berbelanja di pasar tradisional yang mayoritas pedagangnya belum menyediakan opsi pembayaran nontunai.
Sementara itu di kawasan pedesaan, keterbatasan fasilitas mesin ATM mendorong warga memanfaatkan layanan agen perbankan seperti BRILink. Hera, warga Kelurahan Mampotu, Kecamatan Amali, menuturkan bahwa hadirnya agen perbankan sangat membantu warga sekitar agar tidak perlu menempuh perjalanan jauh.
"Lebih suka pilih BRILink karena di tempat saya tidak ada ATM. Kalau mau ke ATM harus ke Kecamatan Ulaweng yang jaraknya lebih dari 15 kilometer," kata Hera.
Fenomena pergeseran kebiasaan masyarakat ini sejalan dengan catatan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan. Berdasarkan data BI Sulsel hingga semester I 2026, jumlah kepemilikan kartu ATM/debit di Sulsel sebenarnya masih tumbuh 1,85 persen (Year-on-Year/YoY) menjadi 10,78 juta kartu dari sebelumnya 10,33 juta kartu.
Namun, tingginya kepemilikan kartu tersebut tidak berbanding lurus dengan frekuensi penggunaannya. BI mencatat volume transaksi kartu debit di Sulsel pada semester I 2026 justru berkontraksi hingga -10 persen YoY dengan total 15,18 juta transaksi, turun signifikan dibanding periode 2023 yang sempat mencapai 17,41 juta transaksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....