Barcode Eror di SPBU Mare, Bupati Bone Telepon Pertamina

  • 29 Agt 2026 13:17 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, mendapati antrean kendaraan yang mengular akibat kendala teknis barcode eror saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelayanan BBM di SPBU Mare, Kabupaten Bone, Sabtu, 29 Agustus 2026. Melihat masyarakat harus menghabiskan waktu hingga berjam-jam demi mendapatkan BBM, Andi Asman langsung mengontak Pimpinan Wilayah II Pertamina Makassar, Ridho, di lokasi untuk mendesak penanganan cepat. "Tidak ada alasan, jaringan eror tidak bisa isi BBM. Cari solusinya demi masyarakat yang antre berjam-jam," tegas Andi Asman.

Merespons panggilan tersebut, Ridho menjelaskan bahwa jika terjadi kendala jaringan pada sistem pengisian di SPBU, petugas dapat mengalihkan pelayanan secara manual untuk mengurai kemacetan antrean. Mekanisme pelayanan manual ini dapat dijalankan dengan membuat surat pernyataan bersama yang ditandatangani oleh Koordinator Satgas, Camat, Danramil, dan Kapolsek setempat.

Bupati Bone menekankan agar gangguan teknis maupun jaringan tidak lagi menjadi alasan terhentinya pelayanan publik. "Seluruh pihak terkait untuk bertindak responsif dan terkoordinasi agar masyarakat tidak terus dirugikan," ujarnya.

Langkah tegas ini diambil guna memastikan bahwa diskresi pelayanan di tingkat lokal dapat langsung diterapkan tanpa menyalahi aturan distribusi BBM bersubsidi. Keterlibatan unsur Forkopimcam dalam pengesahan surat pernyataan tersebut menjadi jaminan agar pengisian manual tetap tepat sasaran dan terhindar dari potensi penyalahgunaan.

Sidak ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan ketat Pemerintah Kabupaten Bone terhadap kelancaran penyaluran BBM serta untuk memastikan kualitas pelayanan masyarakat berjalan optimal di lapangan. Pemkab Bone berkomitmen akan terus memantau seluruh SPBU di wilayahnya agar kendala serupa tidak kembali berulang di kemudian hari.

Selain menyelesaikan masalah antrean di SPBU Mare, Andi Asman juga menginstruksikan seluruh jajaran dinas terkait untuk memperketat pemantauan berkala di seluruh titik distribusi BBM se-Kabupaten Bone. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi SPBU yang memanfaatkan kendala teknis sebagai alasan menunda atau membatasi hak masyarakat dalam mendapatkan BBM bersubsidi.

Masyarakat setempat menyambut positif respons cepat dan tindakan tegas yang ditunjukkan oleh Bupati Bone dalam memurai kemacetan akibat gangguan sistem tersebut. Diharapkan, adanya mekanisme pelayanan manual yang disahkan Forkopimcam ini dapat menjadi acuan standar bagi SPBU lain di wilayah Bone ketika menghadapi kondisi darurat serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....