Antisipasi Karhutla, Polres Soppeng Perkuat Sinergi Lintas Instansi

  • 27 Agt 2026 16:28 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID.SOPPENG — Polres Soppeng memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui rapat koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah daerah, TNI, kejaksaan, pengadilan dan sejumlah instansi terkait, Kamis 27 Agustus 2026. Rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, dipimpin langsung Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Soppeng H. Suardi Haseng, S.E., Kajari Soppeng Sulta Donna Sitohang, perwakilan Dandim 1423/Soppeng, unsur Pengadilan Negeri Watansoppeng, Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, DPRD Soppeng, BPBD, KPH Walanae serta jajaran pemerintah dan aparat kewilayahan. Kapolres Soppeng menegaskan, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pemetaan daerah rawan, kesiapan personel, dukungan sarana dan prasarana serta penguatan komunikasi antarinstansi.

«“Kita tidak boleh bekerja setelah kejadian. Kesiapan harus dibangun sebelum potensi itu menjadi bencana. Setiap informasi mengenai titik rawan maupun indikasi kebakaran harus segera ditindaklanjuti dengan langkah yang terukur,” tegas AKBP Hari Budiyanto.

Ia juga meminta peran aktif Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam memantau kondisi wilayah masing-masing sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla. «“Bhabinkamtibmas dan Babinsa harus mengetahui kondisi wilayahnya. Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan, terutama terkait aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pencegahan jauh lebih baik daripada kita menangani kebakaran yang sudah meluas,” ujarnya.»

Sebagai bagian dari kesiapan operasional, Polres Soppeng telah membentuk Satgas Karhutla dan membagi wilayah Kabupaten Soppeng ke dalam tiga rayon untuk mempercepat koordinasi serta pengerahan personel saat ditemukan potensi kebakaran. Rayon I meliputi Kecamatan Lalabata, Lilirilau dan Ganra. Rayon II mencakup Kecamatan Marioriawa dan Donri-Donri, sedangkan Rayon III meliputi Kecamatan Liliriaja, Citta dan Marioriwawo.

Dalam rapat tersebut, peserta juga menerima paparan dari Kasat Intelkam Polres Soppeng, Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, BPBD Kabupaten Soppeng dan KPH Walanae Soppeng terkait kondisi wilayah, potensi kerawanan serta langkah penanganan Karhutla. Kapolres berharap sinergi yang dibangun dalam forum koordinasi tersebut dapat diwujudkan melalui kesiapan nyata seluruh unsur di lapangan.

“Yang kita butuhkan bukan hanya kesiapan di atas kertas. Personel, sarana prasarana, jalur komunikasi dan mekanisme penanganan harus benar-benar siap ketika dibutuhkan. Dengan koordinasi yang solid, kita dapat memperkecil risiko dan mencegah Karhutla berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” ungkapnya.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk menyamakan persepsi dan memperkuat pola koordinasi dalam menghadapi potensi Karhutla di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....