Maulid di TK Asnur Jaya Tanamkan Teladan Rasul Sejak Dini
- 25 Agt 2026 15:42 WIB
- Bone
RRI.CO.ID,Bone - TK Asnur Jaya Desa Passippo, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, menanamkan nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada peserta didik sejak usia dini melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum mengenalkan sejarah kelahiran Nabi, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter anak melalui nilai kejujuran, akhlak mulia, dan kecintaan terhadap ajaran agama, Selasa, 25 Agustus 2026.
Peringatan Maulid Nabi yang mengusung tema “Menghidupkan Semangat Rasulullah di Era Generasi Milenial” tersebut melibatkan peserta didik, guru, serta orang tua murid. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan selawat Nabi oleh murid TK Asnur Jaya, sambutan, penyampaian hikmah Maulid, hingga penutup.
Kepala TK Asnur Jaya, Harnida, S.Pd. AUD, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi keagamaan yang disesuaikan dengan usia peserta didik. Menurutnya, pengenalan hari besar Islam sejak dini penting agar anak tidak hanya mengetahui peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memahami nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuannya memperkenalkan kepada peserta didik hari-hari besar keagamaan, terutama kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjalin silaturahmi antara guru dan orang tua murid,” ujarnya.
Harnida menjelaskan, keteladanan Rasulullah menjadi nilai utama yang ingin ditanamkan kepada anak melalui kegiatan tersebut. Sifat jujur, akhlak terpuji, serta sikap baik dalam berinteraksi diharapkan dapat dikenalkan melalui kegiatan yang sederhana dan dekat dengan dunia anak.
“Yang ingin kami tanamkan adalah bagaimana anak-anak bisa meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, terutama kejujuran dan sifat-sifat terpuji beliau. Ini menjadi bagian dari pembentukan karakter anak sejak usia dini,” jelasnya.
Selain rangkaian acara keagamaan, peserta didik juga diperkenalkan dengan tradisi male maulid melalui berbagai hiasan dan sajian yang ditempatkan dalam nampan, seperti telur, jajanan tradisional, makanan, dan sembako. Tradisi tersebut menjadi ruang pembelajaran budaya lokal agar anak mengenal nilai keagamaan sekaligus warisan budaya masyarakat.
Harnida berharap peringatan Maulid tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi memberikan hikmah yang dapat diterapkan oleh anak dan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mendorong agar kegiatan keagamaan serupa terus dikembangkan sebagai bagian dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah dan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....