Investasi Hilirisasi Ayam Terintegrasi Capai Rp627 Miliar, Pacu Ekonomi Bone
- 24 Agt 2026 19:53 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Rencana pembangunan hilirisasi ayam terintegrasi (HAT) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tidak hanya diarahkan sebagai proyek pengembangan peternakan, tetapi diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan bagian dari penguatan stok protein nasional. General Manager Corporate Secretary & CSR PT Berdikari, A.S. Hasbi Al Islahi, mengatakan pembangunan HAT di Bone merupakan bagian dari program unggulan Kementerian Pertanian (Kementan) yang tengah didorong menjadi program strategis nasional.
Menurut Hasbi, investasi tahap awal pembangunan HAT di Bone mencapai sekitar Rp627 miliar. Nilai tersebut akan digunakan untuk membangun tiga unit bisnis utama, yakni farm Parent Stock (PS), feed mill atau pabrik pakan, dan hatchery.
"Yang pertama adalah farm PS, Parent Stock, jadi indukan dengan kapasitas 168.000 ekor. Yang kedua feed mill atau pabrik pakan dengan kapasitas 10.000 ton per bulan. Kemudian hatchery dengan kapasitas 500.000 per minggu," kata Hasbi. Senin, 24 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan di Bone merupakan bagian dari investasi HAT secara nasional yang nilainya mencapai sekitar Rp18 triliun. Pada tahap pertama, pemerintah menyiapkan sekitar Rp2,3 triliun untuk sejumlah lokasi, termasuk Bone, Nusa Tenggara Barat (NTB), Malang, Lampung, dan Gorontalo.
"Artinya hampir 27 persen itu digelontorkan di Bone," ujarnya.
Hasbi menegaskan, HAT harus dipandang sebagai bisnis yang benar-benar berorientasi pada keberlanjutan. Menurutnya, investasi negara yang besar harus menghasilkan aktivitas ekonomi yang terus berputar dan tidak berakhir menjadi proyek mangkrak.
"Pembangunan ini tidak sekadar project semata, project unggulan Kementan, bukan. Tetapi ini masuk ke pendekatan business approach," tegasnya.
Karena itu, efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan proyek. "Jangan sampai kita investasi kemudian mangkrak. Kita pastikan bahwa ini adalah the real business," katanya.
Hasbi menggambarkan besarnya potensi efek berganda dari investasi tersebut. Pembangunan feed mill dan farm Parent Stock, kata dia, bukan semata-mata untuk menghasilkan pakan atau DOC, tetapi menjadi bagian dari rantai produksi ayam yang nantinya dapat berkembang hingga produk olahan.
"Yang keluar itu salah satunya meat processing, karkas, sosis dan sebagainya. Bayangkan akan berapa triliun multiplier effect-nya terasa di masyarakat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....