Kapolres Bone Ikuti Latihan Penanggulangan Banjir PERISAI PETIR-2

  • 20 Agt 2026 19:55 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID,BONE — Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri pembukaan Latihan Posko I Penanggulangan Bencana Alam Banjir Korem 141/Toddopuli Tahun Anggaran 2026 dengan sandi “PERISAI PETIR-26”. Kegiatan tersebut berlangsung di Makorem 141/Toddopuli, Rabu pagi 19 Agustus 2026, dan dibuka langsung Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Latihan ini digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya banjir yang sewaktu-waktu dapat terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Pelaksanaan latihan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana. Setiap unsur diberikan ruang untuk menguji kesiapan dan koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat.

Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo mengatakan kesiapsiagaan dan koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menghadapi bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu instansi. Dibutuhkan sinergi, komunikasi, dan pembagian tugas yang jelas agar penanganan di lapangan dapat berjalan efektif.

«“Sinergitas dan kesiapsiagaan bersama menjadi kunci dalam memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik kepada masyarakat saat menghadapi bencana", ujar Astoto.

Melalui PERISAI PETIR-26, masing-masing unsur diharapkan semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika menghadapi situasi bencana banjir. Latihan Posko I tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel, sistem koordinasi, mekanisme pengambilan keputusan, hingga pola penanganan dalam kondisi darurat.

Kapolres Bone menegaskan Polri siap memperkuat kerja sama dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder dalam setiap upaya penanggulangan bencana. “Koordinasi yang cepat dan tepat sangat diperlukan agar langkah penanganan di lapangan dapat berjalan efektif serta masyarakat yang terdampak dapat segera memperoleh bantuan,” katanya.

Ia berharap latihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan seluruh unsur dalam merespons potensi bencana banjir sekaligus memperkuat kesiapan bersama dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Pelaksanaan PERISAI PETIR-26 menjadi bagian dari komitmen TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergitas serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana alam di wilayah Sulawesi Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....