Maknai Kemerdekaan lewat Gerakan Go In Go Out
- 17 Agt 2026 20:47 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone – Memaknai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak cukup hanya dengan seremoni, tetapi perlu diwujudkan melalui keberanian mengenali diri dan berkontribusi nyata bagi bangsa. Konsep Go In dan Go Out dinilai menjadi pijakan penting bagi masyarakat untuk memperkuat diri sekaligus memahami kondisi Indonesia dan keberagamannya, sebagaimana disampaikan Dr. H. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I., Divisi Humas Pondok Pesantren Al-Ikhlas sekaligus Dosen Pascasarjana IAIN Bone, Senin, 17 Agustus 2026.
Asriady menjelaskan, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang harus terus dihargai dan dimaknai oleh generasi saat ini. Menurutnya, kemerdekaan yang telah diraih melalui pengorbanan jiwa, darah, dan keringat harus dilanjutkan dengan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
| Baca juga: Brimob Bone Ajak Warga Kibarkan Merah Putih |
“Memaknai kemerdekaan hari ini tidak lagi cukup sebatas mengucapkan kata merdeka atau mengikuti upacara secara formalitas. Kita perlu menjawab apa kontribusi nyata yang bisa diberikan untuk kemerdekaan ini,” ujar Asriady.
Ia menerangkan, konsep Go In berarti setiap individu perlu terlebih dahulu mengenali potensi, kelemahan, serta tanggung jawab dirinya. Proses tersebut menjadi bagian dari introspeksi agar seseorang mampu menjadi pribadi yang mandiri dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Menurut Asriady, Go Out merupakan langkah berikutnya dengan membuka diri untuk mengenal Indonesia secara utuh, termasuk keberagaman budaya, kekayaan daerah, serta berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat. Pemahaman tersebut dinilai penting agar kontribusi yang diberikan tidak berhenti pada wacana.
“Go Out berarti kita harus melihat Indonesia dengan mata dan hati, mengenali keberagamannya, kekayaannya, sekaligus persoalan yang ada. Dengan begitu, keterlibatan kita di masyarakat bisa lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip menyamakan apa yang sama, membedakan apa yang berbeda, dan mensyukuri keragaman. Menurutnya, perbedaan latar belakang, budaya, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi sekat, melainkan kekuatan untuk membangun persatuan dan kehidupan sosial yang harmonis.
Asriady berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk menguatkan diri, meningkatkan kepedulian, serta bergotong royong menciptakan kehidupan yang adil dan sejahtera. Kemerdekaan, kata dia, kini bukan lagi tentang mengusir penjajah bersenjata, tetapi juga melawan kemalasan, ketidakpedulian, dan kebodohan dari dalam diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....