Polres Soppeng Evakuasi 5 Anak Tersesat Saat Mendaki

  • 17 Agt 2026 12:43 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID,SOPPENG — Respons cepat layanan darurat 110 Polres Soppeng membantu menyelamatkan lima anak yang tersesat saat melakukan pendakian di jalur Sumpang Lawenge, Taletting, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Minggu 16 Agustus 2026, malam. Kelima anak yang berusia antara 10 hingga 13 tahun tersebut diketahui mulai mendaki kawasan Sumpang Lawenge sekitar pukul 15.00 Wita.

Namun, saat perjalanan menuju puncak, mereka kehilangan arah dan tersesat di sekitar Pos 3 jalur pendakian. Dalam kondisi tersebut, salah seorang anak bernama Muh. Rifki menghubungi layanan 110 Polres Soppeng sekitar pukul 17.40 Wita.

Ia meminta bantuan setelah menyampaikan bahwa dirinya bersama empat temannya tersesat di kawasan pendakian. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti personel Polres Soppeng. Pamapta 3 SPKT Polres Soppeng Aipda Sumaryadi bersama personel piket fungsi berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Soppeng dan masyarakat sekitar Taletting untuk melakukan pencarian.

Tim pencarian kemudian membagi rute. Tim BPBD bersama masyarakat menyisir jalur Sewo, Kelurahan Bila, sedangkan personel piket fungsi Polres Soppeng bersama warga bergerak melalui jalur Sumpang Lawenge, Taletting.

Setelah beberapa jam dilakukan pencarian, kelima anak akhirnya ditemukan sekitar pukul 21.30 Wita di Pos 3 jalur pendakian. Kelimanya ditemukan dalam kondisi selamat. Selanjutnya, mereka dibawa ke Mako Polres Soppeng untuk dilakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak keluarga sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengapresiasi kesigapan personel serta sinergi BPBD dan masyarakat dalam proses pencarian tersebut. “Begitu laporan diterima melalui layanan 110, personel langsung bergerak melakukan koordinasi dan pencarian. Alhamdulillah, kelima anak tersebut dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Ini menjadi bentuk komitmen kami untuk selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan orang tua dan masyarakat agar lebih memperhatikan keselamatan anak ketika melakukan aktivitas di kawasan pendakian. “Pastikan mereka memahami kondisi jalur dan tidak melakukan pendakian tanpa pendampingan yang memadai,” jelasnya.

Menurutnya, pengelola kawasan pendakian juga perlu meningkatkan pengawasan terhadap pengunjung, termasuk melakukan registrasi serta memberikan informasi mengenai kondisi dan jalur pendakian. Imbauan keselamatan, kata Kapolres, juga penting disampaikan sebelum pengunjung memulai aktivitas pendakian untuk mengantisipasi terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.

“Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat jangan ragu menghubungi layanan 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” tambahnya.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan peran layanan 110 sebagai sarana masyarakat untuk mendapatkan respons kepolisian ketika menghadapi situasi darurat. Laporan yang disampaikan Muh. Rifki menjadi awal bergeraknya personel bersama unsur terkait hingga kelima anak berhasil ditemukan.

Seluruh proses pencarian dan evakuasi berlangsung aman dan lancar. Polres Soppeng kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan, mempersiapkan perlengkapan dengan baik dan memahami kondisi jalur sebelum melakukan aktivitas pendakian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....