Kolaborasi WIZ, Gerakan Mengajar Desa Perkuat Pendidikan Pelosok Bone

  • 05 Agt 2026 03:58 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID,Bone – Kolaborasi antara LAZNAS WIZ Bone dan Komunitas Gerakan Mengajar Desa menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan pendidikan sekaligus kegiatan pembelajaran di SD Inpres 5/81 Salebba, Desa Salebba, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Selasa, 4 Agustus 2026.

Koordinator Program WIZ Bone, Riki Rinaldi, S.H., M.H., mengatakan pendidikan menjadi salah satu fokus utama penyaluran zakat, infak, dan sedekah karena diyakini sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, anak-anak di pelosok memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.

"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, kami ingin dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yang membutuhkan, khususnya di daerah terpencil," ujar Riki.

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan Komunitas Gerakan Mengajar Desa berawal dari usulan kegiatan yang disampaikan komunitas tersebut kepada WIZ Bone. Setelah dilakukan peninjauan terhadap kondisi sekolah, kedua pihak sepakat bekerja sama karena memiliki tujuan yang sama, yakni mendukung pemerataan pendidikan di daerah pelosok.

Tutor Muda Inspiratif Gerakan Mengajar Desa, Eliana Putri, mengungkapkan pengalaman mengajar di SD Inpres 5/81 Salebba memberikan pelajaran berharga mengenai semangat belajar anak-anak yang tetap tinggi meski berada dalam keterbatasan fasilitas.

"Anak-anak di sana memiliki motivasi belajar yang luar biasa. Mereka harus menempuh akses yang cukup sulit untuk sampai ke sekolah, tetapi semangat mereka tidak pernah surut. Hal itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir mendampingi mereka," kata Eliana.

Selain menyalurkan bantuan berupa mushaf Al-Qur'an, buku bacaan, alat tulis, dan perlengkapan sekolah, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembelajaran kreatif, permainan edukatif, serta pemberian motivasi kepada siswa agar semakin percaya diri dalam belajar.

Melalui kolaborasi lintas sektor, kedua narasumber berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam mendukung pemerataan pendidikan di Kabupaten Bone. Menurut mereka, pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....