Pergeseran Etika Komunikasi Publik Pejabat di Era Digital
- 05 Agt 2026 04:51 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Dosen Ilmu Komunikasi IAIN Bone, Dr. Andi Nur Aisyah Rusnali, M.I.Kom. menilai terdapat pergeseran etika berbahasa pejabat publik seiring dengan berkembangnya media sosial dan digital. “Karena dulu pejabat publik hanya dapat dilihat di televisi, itupun mungkin hanya pada saat tayangan berita saja”, ujarnya kepada rri.co.id, Selasa, 4 Agustus 2026.
Berbeda dengan sekarang, pejabat publik dapat dipantau 24 jam penuh di media sosial. Tingginya intensitas sorotan itu membuat masyarakat memiliki peluang yang lebih besar untuk menemukan celah dari pejabat publik.
Aisyah menyarankan pejabat publik untuk selalu menjaga etikanya. “Karena kita tidak pernah tahu kapan kamera itu akan merekam apalagi kan ada citizen journalism, siapapun bisa menjadi jurnalis sekarang”, pungkasnya.
Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Bone itu menjelaskan anak kecil sekalipun, yang sudah bisa mengoperasikan kamera handphone, bisa menjadi seorang penyampai berita. “Hanya merekam tanpa sengaja, kemudian viral. Jadilah dia seorang distributor berita yang disaksikan oleh masyarakat”, jelas Aisyah.
Tantangannya berbeda dengan dulu, dengan semakin berkembangnya teknologi, maka para pejabat publik harusnya ekstra hati-hati karena kamera memantau 24 jam. Disamping itu, sebagai orang yang dipercaya untuk memimpin, para pemimpin seharusnya menghindari pemilihan kata yang dapat mengecewakan publik.
“Kita saksikan di medsos mulai ada ketidakpercayaan dan ketidakberpihakan pemerintah terhadap masyarakat dengan diksi yang disampaikan. Itu sebenarnya sangat disayangkan”, lanjut Aisyah.
Ditambahkan Aisyah, maka tim protokoler diharapkan dapat bekerja lebih maksimal lagi dari sebelumnya untuk memperketat apa yang disampaikan. “Karena akan berbeda konteksnya ketika saya berbicara disini, diluar mungkin saya lebih santai dan ekspresif”, tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....