Kakanwil Kemenag Sulsel Perkuat Pendidikan Inklusi di MTsN 1 Bone

  • 02 Agt 2026 09:10 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID,BONE – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, secara resmi membuka Pelatihan Pendidikan Inklusi yang diselenggarakan MTsN 1 Bone di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, Sabtu, 1 Agustus 2026. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat implementasi pendidikan inklusi di lingkungan madrasah agar seluruh peserta didik memperoleh hak belajar yang setara tanpa diskriminasi.

Kegiatan ini diikuti oleh para guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam memberikan layanan pendidikan yang humanis, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, H. Ahmad Yani, menegaskan bahwa pendidikan inklusi tidak hanya berkaitan dengan pemerataan akses pendidikan, tetapi juga membangun budaya madrasah yang menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

"Melalui pelatihan ini, kami mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk membangun budaya kerja yang penuh kasih, saling menghargai, serta menjadikan madrasah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyejukkan bagi seluruh peserta didik," ujar H. Ahmad Yani.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan inklusi sangat ditentukan oleh komitmen seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan mampu mendukung perkembangan setiap anak sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusi membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh warga madrasah tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi peserta didik.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas para pendidik sekaligus memperkuat implementasi program prioritas Kementerian Agama dalam mewujudkan madrasah yang inklusif dan ramah anak. "Dengan pelatihan ini, MTsN 1 Bone diharapkan semakin siap mewujudkan madrasah yang ramah anak, inklusif, dan selaras dengan implementasi Asta Protas Kementerian Agama," kata H. Ali Yafid.

Melalui pelatihan ini, MTsN 1 Bone diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan pendidikan inklusi di Kabupaten Bone, sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....