Antisipasi Kekeringan, Pemkab Pinrang Salurkan Pompa Air

  • 24 Jul 2026 14:49 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menyalurkan bantuan pompa air untuk mengantisipasi penurunan produksi padi akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut.

Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid menyerahkan langsung bantuan secara simbolis kepada kelompok tani di wilayah Padang Loang, Kecamatan Patampanua, Rabu lalu. Penyerahan bantuan ini disertai peninjauan langsung ke area persawahan yang mulai mengalami defisit pasokan air irigasi.

Irwan menyatakan penyaluran mesin pompa menjadi langkah darurat untuk menyelamatkan tanaman padi warga dari ancaman gagal panen. "Pemerintah terus berupaya menghadirkan solusi agar lahan pertanian tetap produktif dan kesejahteraan petani dapat terjaga," kata Irwan, Kamis, 23 Juli 2026.

Untuk memastikan pasokan bantuan teknis berjalan berkesinambungan, pemerintah daerah juga berkordinasi dengan kementerian terkait serta balai wilayah sungai guna menambah alokasi sarana pendukung bagi kawasan terdampak.

Selain meninjau persawahan, Bupati Pinrang mendatangi Bendungan Benteng untuk memeriksa ketersediaan pasokan air irigasi primer. Hasil pemantauan menunjukkan debit air di bendungan tersebut menyusut signifikan.

  • Kondisi Normal: ~110 m³/detik
  • Kondisi Saat Ini: 74 – 84 m³/detik

Menurunnya volume air irigasi turut memicu potensi benturan kepentingan antara sektor pertanian dan ketersediaan air untuk pembangkit listrik. Usai dari Bendungan Benteng, rombongan melanjutkan pemantauan ke Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sawitto.

Irwan meminta pengelola PLTMH mengatur tata kelola elevasi air secara cermat agar operasional pembangkit tidak mengorbankan pasokan irigasi sawah warga. "Keseimbangan antara kebutuhan energi dan irigasi sangat penting agar masyarakat memperoleh manfaat dari kedua sektor secara bersamaan," ujarnya.

Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam mengatasi krisis air di sektor pertanian ini mendapat respons positif dari kalangan masyarakat sipil dan tokoh warga non-petani, salah satunya adalah Amma, ia menilai tindakan Bupati Irwan Hamid yang turun langsung membawa bantuan teknis merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap pilar perekonomian Pinrang.

Meski demikian, Amma memberikan masukan agar bantuan pompa air tersebut dapat beroperasi secara optimal dan tidak menjadi beban baru. Mengingat mesin pompa memerlukan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, masyarakat mendorong Pemkab Pinrang untuk menjamin kemudahan akses solar bersubsidi bagi para petani.

"Kami sangat mengapresiasi respons cepat Pemkab Pinrang. Namun, pompa air tidak akan bisa bekerja tanpa solar. Bantuan fisik ini perlu diimbangi dengan kebijakan pendukung, seperti alokasi khusus atau kemudahan prosedur pembelian solar subsidi di SPBU agar petani tidak kesulitan mengoperasikannya di tengah situasi darurat ini," ujarnya.

Masyarakat sipil berharap adanya sinergi antara Pemkab Pinrang, Pertamina, dan instansi terkait untuk memastikan rantai pasok solar subsidi bagi sektor pertanian berjalan lancar dan tepat sasaran selama musim kemarau.

Pinrang merupakan salah satu daerah penyokong utama ketahanan pangan dan lumbung beras di Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah berharap penanganan darurat kekeringan ini dapat menekan kerugian ekonomi petani selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....