Dua Anak Binaan Lapas Watampone Terima Remisi Khusus HAN 2026

  • 24 Jul 2026 07:30 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – Dua Anak Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone menerima remisi khusus dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kamis, 23 Juli 2026. Remisi diberikan kepada dua Anak Binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku. Surat Keputusan (SK) Pengurangan Masa Pidana Khusus diserahkan oleh Kepala Sub Seksi Registrasi Lapas Watampone.

Pemberian remisi tersebut merupakan bentuk pemenuhan hak Anak Binaan sekaligus menjadi motivasi agar mereka terus menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.

Suasana haru menyelimuti kegiatan setelah penyerahan SK remisi. Kedua Anak Binaan dipertemukan dengan orang tua masing-masing dalam prosesi sungkeman dan membasuh kaki sebagai simbol penghormatan, permohonan maaf, serta tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Prosesi tersebut menjadi momen emosional yang mempererat hubungan anak dan keluarga, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menghormati orang tua sebagai bagian dari proses pembinaan karakter.

Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan hak Anak Binaan, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.

"Pengurangan masa pidana merupakan hak bagi Anak Binaan yang telah memenuhi persyaratan. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana mereka mampu menjadikan momentum ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, menghormati orang tua, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Rahnianto.

Menurutnya, keterlibatan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan Anak Binaan selama menjalani masa pidana.

"Dukungan, doa, dan kehadiran orang tua menjadi sumber motivasi bagi Anak Binaan untuk mengikuti seluruh program pembinaan dengan sungguh-sungguh serta menjaga perilaku yang baik sebagai bekal reintegrasi sosial," tambahnya.

Rahnianto menegaskan, prosesi sungkeman dan membasuh kaki bukan sekadar rangkaian seremonial Hari Anak Nasional, tetapi menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang menanamkan nilai penghormatan kepada orang tua dan tanggung jawab atas kesalahan yang pernah dilakukan.

Melalui pendekatan pembinaan yang humanis dan penguatan peran keluarga, Lapas Watampone berharap setiap Anak Binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Lapas Kelas IIA Watampone pun menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan kedua untuk menata masa depan yang lebih baik melalui pembinaan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....