Sekda Sinjai Tekankan Pesantren Harus Bebas Kekerasan dan Perundungan

  • 23 Jul 2026 13:56 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menekankan pentingnya mewujudkan lingkungan pesantren yang aman dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan terhadap anak. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Deklarasi Komitmen Pesantren Ramah Anak yang dirangkaikan dengan Pelatihan Da’i dan Imam Masjid di Kampus Al Markaz Al Islamy Sinjai, Rabu 22 Juli 2026.

Andi Jefrianto yang mewakili Bupati Sinjai mengapresiasi deklarasi yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai bersama Pondok Pesantren Al Markaz Al Islamy Sinjai tersebut. Menurutnya, komitmen pesantren ramah anak menjadi wujud sinergi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Ia menegaskan, Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (RANA) mendorong terciptanya ruang perlindungan anak di empat lingkungan utama, yakni keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital. Karena itu, gerakan tersebut dinilai bukan sekadar program pemerintah, melainkan komitmen bersama untuk memastikan anak terbebas dari segala bentuk kekerasan.

"Ini bukan sekadar program pemerintah, melainkan komitmen bersama sekaligus ajakan untuk bergerak bersama dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang benar-benar melindungi anak," ungkapnya.

Sekda Sinjai meminta lingkungan pesantren menjadi ruang yang aman bagi setiap santri dalam menuntut ilmu dan mengembangkan diri. Ia mengingatkan agar anak-anak terlindungi dari kekerasan fisik, verbal, seksual, maupun kekerasan yang terjadi di ruang digital.

"Lingkungan pesantren harus bebas dari perundungan atau bullying, sehingga setiap santri merasa aman dan nyaman dalam menuntut ilmu. Anak-anak kita harus terhindar dari kekerasan, baik itu kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan seksual, maupun kekerasan di ruang digital," harapnya.

Andi Jefrianto menyebut pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan kehidupan spiritual generasi muda. Ia berharap deklarasi tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi dilanjutkan dengan langkah nyata melalui penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren.

Penandatanganan komitmen dilakukan Sekda bersama perwakilan Forkopimda, Kepala Kemenag Sinjai, pimpinan perangkat daerah terkait, serta pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Sinjai. Kegiatan juga dirangkaikan dengan tablig akbar dan pelatihan da’i serta imam masjid yang menghadirkan Syekh Muhammad Al Naqwy sebagai narasumber.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....