LENTERA Hadir Menyalakan Semangat Literasi Anak sejak Dini Bersama

  • 22 Jul 2026 20:34 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Takalar - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Posko Kalabbirang 3 Universitas Hasanuddin menghadirkan Program LENTERA (Literasi Nyaring Untuk Anak Ceria) di UPT SD Inpres 133 Pari’risi, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Program tersebut menjadi upaya nyata membangun budaya literasi sejak usia dini melalui metode membaca nyaring (read aloud) yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan membaca nyaring tidak sekadar memperkenalkan buku kepada siswa, tetapi juga melatih kemampuan menyimak, memahami isi bacaan, memperkaya kosakata, hingga menumbuhkan keberanian anak menyampaikan pendapat. Mahasiswa mengombinasikan sesi membaca cerita, tanya jawab, permainan edukatif, dan refleksi sehingga suasana belajar terasa hidup dan mendorong keterlibatan aktif siswa.

Penanggung jawab program, A. Sri Umi Lestari, mengatakan membaca nyaring menjadi salah satu metode sederhana yang mampu membangun kedekatan anak dengan buku sekaligus meningkatkan kemampuan literasi dasar. Menurutnya, pengalaman membaca yang menyenangkan akan meninggalkan kesan positif bagi anak untuk terus gemar membaca.

"Melalui kegiatan membaca nyaring, kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa membaca bukan hanya kegiatan belajar, tetapi juga aktivitas yang menyenangkan. Kami berharap mereka semakin percaya diri, aktif berdiskusi, dan terbiasa berinteraksi dengan buku dalam kehidupan sehari-hari," ujar A. Sri Umi Lestari saat dikonfirmasi by phone bersama RRI.co.id Rabu,22 juli 2026.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa membacakan buku cerita menggunakan intonasi dan ekspresi yang menarik. Di sela pembacaan, siswa diajak menebak alur cerita berikutnya, menjawab pertanyaan sederhana, hingga mengungkapkan pendapat mengenai karakter dan pesan moral yang mereka temukan dalam cerita.

Program ini juga menjadi pengingat bahwa tantangan literasi tidak cukup dijawab dengan menyediakan buku semata. Kehadiran pendamping yang mampu membangun interaksi positif dengan siswa menjadi faktor penting agar membaca berubah dari kewajiban menjadi kebiasaan yang disukai. Pendekatan seperti ini dinilai mampu memperkuat kemampuan literasi sekaligus mengembangkan daya pikir kritis anak sejak bangku sekolah dasar.

Melalui LENTERA, mahasiswa KKN Tematik Literasi berharap kegiatan membaca nyaring dapat terus dilanjutkan oleh pihak sekolah sebagai bagian dari proses pembelajaran. Keberlanjutan program tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya membaca di lingkungan sekolah, sehingga manfaatnya tetap dirasakan siswa meski masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....