Berangkat dari Keresahan, Perpustakaan Mattiro Deceng Hadir di Desa Watu
- 21 Jul 2026 14:58 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone – Perpustakaan Mattiro Deceng Desa Watu hadir di tengah keresahan terkait rendahnya tingkat literasi masyarakat setempat. Kondisi tersebut dipicu oleh jarak perpustakaan daerah yang cukup jauh, sehingga anak-anak sekolah kesulitan mendapatkan buku bacaan di desa mereka.
Kepala Perpustakaan Mattiro Deceng Desa Watu, Andi Simpursiah, S.I.Pust. menjelaskan bahwa tantangan tersebut tidak lantas menjadi penghalang bagi keberlanjutan edukasi warga. “Kami ingin ada perpustakaan desa agar anak-anak dapat mengakses buku dengan mudah dan cepat tanpa harus mengeluarkan biaya ke kota,” jelas Andi Simpursiah dalam Bincang Siang RRI, Senin, 20 Juli 2026.
Berkat dukungan pemerintah desa, perpustakaan ini akhirnya resmi beroperasi melayani masyarakat sejak tahun 2019. “Awalnya masyarakat masih ragu untuk datang, sehingga kami aktif melakukan sosialisasi dan edukasi langsung ke sekolah-sekolah,” lanjut Andi Simpursiah.
Ia menambahkan, melalui pendekatan edukatif tersebut, warga mulai rajin berkunjung untuk membaca maupun mengasah keterampilan melalui program pemberdayaan. “Kami mengadakan bimbingan komputer dasar, mengajar calistung, pembuatan keset, hingga kegiatan di bidang pertanian,” ujarnya.
Saat ini, Perpustakaan Mattiro Deceng telah mengoleksi lebih dari 3.000 eksemplar buku yang bersumber dari bantuan perpustakaan provinsi dan daerah. “Antusiasme anak-anak di Desa Watu sangat baik, rata-rata kami menerima kunjungan 20 hingga 30 murid per hari,” ungkap Andi Simpursiah.
Sementara itu, Fasilitator Program TPBIS Dispeka Bone, Wahidah, S.Pd., M.Pd. mengaku salut atas kerja keras dan dedikasi pengelola perpustakaan di Desa Watu. “Mereka tetap semangat meskipun saat ini sedang ada efisiensi anggaran, tetapi hal itu tidak menjadi hambatan,” kata Wahidah.
Sebagai fasilitator, dirinya turut membangun jejaring dan berkolaborasi dengan berbagai komunitas serta kelompok usaha untuk berbagi ilmu. “Kemarin kami melaksanakan pelatihan henna dan pemberdayaan masyarakat lainnya karena perpustakaan ini diarahkan berbasis inklusi,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....