Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik di Sinjai Utara Terendam Banjir

  • 20 Jul 2026 05:34 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, terendam banjir akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur selama sekitar tujuh jam. Banjir terjadi sejak Sabtu malam 18 Juli 2026 pukul 23.00 Wita hingga Minggu pagi pukul 06.00 Wita dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Genangan meluas di Kelurahan Balangnipa, Biringere, dan Bongki. Dampaknya, ratusan rumah warga di sejumlah kawasan permukiman, termasuk BTN Tangka Mas, Perumahan Dokter, Perumahan Pengadilan Negeri, Perumahan Kejaksaan, dan Perumahan Telkom, terendam air.

Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Oktave Amir, mengatakan banjir juga mengganggu aktivitas sejumlah fasilitas pelayanan publik. Selain rumah warga, air merendam perkantoran pemerintah, rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, hingga sarana olahraga.

"Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan banjir dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter hingga satu meter. Dampaknya ratusan rumah warga, sejumlah kantor pemerintah, sekolah, masjid, dan beberapa ruas jalan di Kecamatan Sinjai Utara ikut terdampak," ujar Andi Oktave saat dikonfirmasi, Minggu, 19 Juli 2026.

Fasilitas pemerintah yang terdampak di antaranya RSUD Sinjai, Makodim 1424 Sinjai, Kantor BPBD, Bapenda, Disperindag, Balitbangda, BKPSDMA, Pos Damkar, Kantor Pertanahan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, DP3AP2KB, serta Rumah Jabatan Bupati Sinjai. Sejumlah sekolah seperti SMA Negeri 5, SDLB, SD 103, dan SD 125 juga ikut terendam.

Meski banjir meluas di Kecamatan Sinjai Utara, kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Sinjai Timur. Berdasarkan hasil koordinasi BPBD dengan pemerintah setempat, Desa Sanjai yang selama ini dikenal rawan banjir justru dilaporkan tidak terdampak.

BPBD Sinjai terus melakukan pendataan dampak banjir sekaligus mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....