Relima Sinjai Kenalkan Metode Belajar Digital Bahasa Inggris di SD 53 Kalamisu

  • 15 Jul 2026 11:39 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Lokus Kabupaten Sinjai menerapkan metode pembelajaran berbasis blended learning untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa SD Negeri No. 53 Kalamisu. Metode ini memadukan aktivitas berburu kosakata (Vocab Hunting) dengan permainan edukatif melalui aplikasi Baamboozle.

Koordinator Relima Lokus Sinjai, Irmayanti, mengatakan perpaduan pembelajaran konvensional dan teknologi digital membuat proses belajar lebih interaktif serta mendorong siswa aktif berpartisipasi. Menurutnya, siswa tidak hanya mencari kosakata di lingkungan sekolah, tetapi juga menguji pemahaman melalui permainan berbasis poin yang dilakukan secara berkelompok.

"Kami memadukan metode konvensional seperti berburu kata secara langsung di lingkungan sekolah dengan permainan digital menggunakan aplikasi Baamboozle. Anak-anak belajar secara berkelompok, menjawab tantangan kosakata melalui sistem poin, sehingga proses belajar menjadi lebih aktif, kompetitif, dan tetap menyenangkan," ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.

"Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan minat belajar sekaligus memperkaya perbendaharaan kata bahasa Inggris siswa," tambahnya.

Kepala SD Negeri No. 53 Kalamisu, Hj. Hartati, menilai pemanfaatan media pembelajaran digital menjadi alternatif yang efektif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik. Menurutnya, penggunaan aplikasi edukatif mampu meningkatkan antusiasme siswa sekaligus membantu guru menghadirkan proses pembelajaran yang tidak monoton.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari berburu kosakata di lingkungan sekolah hingga menyelesaikan tantangan melalui aplikasi Baamboozle. Melalui metode tersebut, siswa mampu mengenal dan mengingat lebih banyak kosakata bahasa Inggris dalam suasana belajar yang menyenangkan.

Relima Lokus Sinjai berharap inovasi pembelajaran berbasis teknologi ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan metode belajar yang kreatif, adaptif, dan mendukung peningkatan literasi serta kemampuan berbahasa Inggris peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....