Hadapi Tantangan Era Digital, Kemenag Bone Gencar Edukasi Calon Pengantin
- 10 Jul 2026 21:48 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Kementrian Agama melalui penyuluh agama islam gencar memberikan edukasi dan bimbingan dalam menekan angka perceraian yang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih, di era digital tantangan rumah tangga dinilai kian kompleks-mulai dari masalah finansial, judi online hingga media sosial.
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mare, Suriyanti menyampaikan Kemenag memiliki berbagai program bimbingan untuk masyarakat, seperti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). “Kami membimbing dari awal tentang narkoba, judi, pergaulan bebas dan pernikahan dini dengan turun langsung ke sekolah-sekolah”, kata Suriyanti dalam Bincang Siang RRI, Rabu, 8 Juli 2026.
Setelah BRUS, dilanjutkan dengan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) sebagai program prioritas Kemenag untuk membekali remaja siap nikah. Program BRUS dan BRUN ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja usia sekolah dan usia nikah tentang pentingnya persiapan pernikahan yang matang serta memberikan pembekalan dalam membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera.
Melalui kegiatan ini, lanjut Suriyanti, diharapkan remaja mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai kehidupan berkeluarga, sehingga dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum memasuki jenjang pernikahan. “Kami juga melakukan bimbingan perkawinan atau Bimwin bagi calon pengantin sebelum menikah”, ujarnya.
Suriyanti menjelaskan dalam program Bimwin, calon pengantin (catin) dibimbing tentang agama, termasuk baca Qur’an. “Karena hal-hal ini sifatnya mendasar yang harus diperbaiki sebelum melangkah ke jenjang selanjutnya”, kata Suriyanti.
Ia pun menekankan tentang pentingnya catin memahami tujuan pernikahan agar pasangan memiliki visi yang sama. Hal ini menjadi fondasi untuk membangun rumah tangga yang bahagia, mengatasi konflik dengan kepala dingin, serta menghindari kekecewaan karena harapan yang tidak realistis.
“Lucunya, saat kami mendampingi beberapa pasangan, mereka tidak tahu tujuan pernikahan itu apa. Disitulah kami melakukan bimbingan karena pasangan yang tidak tahu tujuan pernikahannya, akan berpotensi besar mengalami keretakan”, terang Suriyanti.
Disamping itu, penyuluh agama juga membimbing tentang pondasi keluarga sakinah, manajemen keuangan, dan kesehatan reproduksi. “Meski kami bukan ahlinya tapi kami mencoba sedikit memberikan pemahaman seputar itu”, lanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....