Ikan Layang Jadi Pemicu Utama Inflasi Watampone pada Juni 2026
- 03 Jul 2026 07:52 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone mencatat inflasi di Watampone pada Juni 2026 sebesar 0,18 persen secara bulanan (month-to-month). Kenaikan harga ikan layang atau ikan benggol menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi pada periode tersebut.
Kepala BPS Kabupaten Bone, Abdi Amin, dalam rilis Berita Resmi Statistik, Rabu 1 Juli 2026, menjelaskan inflasi bulanan terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,08 persen. "Komoditas utama penyumbang inflasi bulan Juni secara bulanan adalah ikan layang atau ikan benggol," ujarnya.
Selain ikan layang, sejumlah komoditas lain yang turut mendorong inflasi yakni cabai merah, bensin, air kemasan, dan ikan cakalang atau ikan sisik. Kenaikan harga berbagai kebutuhan tersebut menyebabkan indeks harga konsumen kembali meningkat dibanding bulan sebelumnya.
Sementara itu, secara tahunan (year-on-year), Watampone mencatat inflasi sebesar 3,76 persen. Inflasi tahunan dipengaruhi terutama oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Abdi Amin menjelaskan komoditas yang memberi andil terbesar terhadap inflasi tahunan adalah emas perhiasan, disusul ikan bandeng, tomat, ikan layang atau ikan benggol, serta daging ayam ras.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi tahun kalender (year-to-date) hingga Juni 2026 sebesar 2,75 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga masih didominasi komoditas pangan serta beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya.
BPS berharap data inflasi ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan yang berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....